Hukum dan Kriminal

Lapoluz Dinyatakan Bersalah, Ini Putusan Sidang Vonis UU IT di PN Parepare

aksi LSM Fokus di depan Pengadilan Negeri Parepare

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Sidang vonis kasus UU ITE dugaan pencemaran nama baik terhadap kedua terdakwa yakni Kaharuddin alias Lapoluz dan rekannya Iksan Ishak akhirnya diputuskan di kantor Pengadilan Negeri Parepare, Jumat 14 Februari, kemarin. Kasus yang menyeret Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe itu diwarnai aksi unjuk rasa. Sekitar 20 orang yang terhimpun dari LSM Forum Komunikasi Obras (Fokus) berlangsung damai.

Mereka menuntut Lapoluz dan Dedy dibebaskan dari tuntutan jaksa penuntut umum atas dugaan pencemaran nama baik. Anggota Fokus, Rusdi, mengatakan, surat pernyataan yang diposting kedua terdakwa itu merupakan fakta persidangan. “Itu sesuai keterangan saksi, dr Yamin yang membuat surat tersebut sesuai peristiwa yang dialami, kata Rusdi.

Karena itu, kata Rusdi, mereka tidak menyampaikan berita hoaks atau bohong. “Kami meminta hakim untuk membebaskan Lapoluz dan Dedy,” katanya. Selain itu, Rusdi juga meminta hakim mencermati kembali isi surat tersebut. Terlebih, kata dia, Lapolus berhasil mengungkap kasus dugaan suap yang menyeret wali kota Parepare. “Ini adalah pembelajaran bagi aktivis. Tidak mungkin kita diam melihat penguasa menggunakan pasal karet untuk membungkam kebebasan berpendapat,” katanya tegas.

Loading...

Kendati demikian, hakim pengadilan tetap memutuskan Lapoluz bersalah secara sah dan meyakinkan serta divonis kurungan selama 10 bulan dan denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan. Namun, hakim memvonis bebas Iksan. Meski Lapoluz ditetapkan bersalah, Ketua tim kuasa hukum terdakwa, Rahmat S Lulung, mengapresiasi jalannya sidang. Menurutnya, hakim yang memutuskan perkara itu tetap objektif dan apa adanya. “Lapoluz sangat berat untuk bebas, karena memang dia terbukti melanggar dakwaan sesuai dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE, sementara temannya Iksan memang tidak ditemukan laporan polisi, makanya dia dinyatakan bebas,” kata Rahmat.

Olehnya itu, kata Rahmat, pihaknya segera berdiskusi dengan tim kuasa hukum untuk mengambil langkah selanjutnya. “Kami masih dalam tahap pikir-pikir untuk mengambil langkah banding,” jelas Rahmat.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Apalagi jika itu menyangkut wibawa pemerintah. “Saya pikir ini pelajaran buat kita semua agar tidak teledor dalam menggunakan medsos,” harapnya.

Sementara itu, istri Lapoluz, Fitri, mengungkapkan kesedihannya terhadap putusan yang ditetapkan kepada suaminya itu. Ia mengaku tidak ada lagi penopang bagi kebutuhan ekonominya. ia juga menuturkan, kasus yang dialami suaminya itu sangat berdampak terhadap kondisi anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. “Saya sangat terpukul atas putusan hakim. Anak saya yang masih duduk di bangku SMP kelas dua bahkan stress dan sudah dua minggu tidak masuk sekolah,” kata Fitri sedih.(mg2)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top