Metro Pare

Komisi E DPRD Sulsel Pantau Progres Pembangunan RS Hasri Ainun Habibie

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe saat memberikan penjelasan kepada anggota Komisi E DPRD Sulsel dalam kunjungannya ke RS Hasri Ainun Habibie

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Komisi E memantau progres pembangunan Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie. Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, Wakil Walikota Parepare, H Pangerang Rahim, Sekda Parepare, H Iwan Asaad menerima rombongan kunjungan kerja Komisi E DPRD Sulsel, kemarin. “Kehadiran Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dan menunjang rumah sakit refresentatif di wilayah timur Sulsel. Termasuk nantinya masyarakat Pinrang,” kata legislator PDIP asal Pinrang, Hj Kartini Lolo di sela-sela kunjungannya.

Ia mengatakan, konstribusi positif dengan hadirnya rumah sakit regional ini. “Bersama Pemprov Sulsel akan terus mengeluarkan kebijakan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkelas dan baik melalui rumah sakit regional yang aka dibangun dibeberapa titik di Sulsel. Kita akan kawal dengan ketat sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” kata legislator PDI Perjuangan ini. Komisi E sendiri punya tiga kebijakan penganggaran yakni bidang kesehatan, pendidikan dan sosial.

Loading...

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe mengatakan, kunjungan kerja ini menjadi hal yang positif bagi pembangunan RS Hasri Ainun Habibie. “Kami apresiasi kunjungan rombongan komisi E untuk memastikan proses pembangunan rumah sakit ini,” kata Taufan Pawe.  Taufan menyebutkan, pembangunan rumah sakit ini bersumber dari dana perbantuan Pemprov Sulsel sekitar Rp75 miliar. “Kehadiran rombongan komisi E DPRD Sulsel membawa berkah untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit regional ini,” pungkasnya.

Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulsel, dr Muhammad Ichsan Mustari, menambahkan Pemprov mengawal proses pembangunan ini, sehingga rumah sakit nampak saat sekarang ini. “Rumah sakit ini mewujudkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulsel, bahkan nasional secara umum. Ia juga merespon kebutuhan tenaga medis, terutama dokter ahli. “Kita ada komitmen bersama dengan IDI Sulsel untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, dan salah satu yang kita akan dukung bersama hadirnya tenaga medis bidang keahlian saraf, karena penyakit yang menjadi prioritas terjadi dan tercatat ada sebanyak 10 persen kejadian per tahun yakni kecelakaan,” pungkasnya. (mat)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top