Pendidikan

Jaring Aspirasi Disabilitas dan LPKA Melalui Musrenbang Anak

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Bappeda kembali membuat terobosan untuk membuka ruang aspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan. Setelah mengakomodir usulan anak dan perempuan lewat Musrenbang Anak dan Musrenbang Perempuan, kini dibuka ruang bagi anak disabilitas dan anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan.

Bappeda Parepare akan menggelar Musrenbang Anak Disabilitas dan Musrenbang Anak LPKA. Musrenbang Anak Disabilitas dan Musrenbang Anak LPKA ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) persiapan Musrenbang Anak di ruang rapat Bappeda Kota Parepare, Kamis, 30 Januari 2020. “Musrenbang Anak Disabilitas dan Musrenbang Anak LPKA ini pertama di Indonesia, baru Parepare yang adakan,” ungkap Fasilitator Forum Anak Parepare, Muhammad Fajhriyadi Hastira.

Fajhriyadi yang juga mantan Wakil Ketua Forum Anak Nasional dan Ketua Forum Anak Parepare mengemukakan, Musrenbang Anak Disabilitas rencananya digelar di SLB Parepare pada 21 Februari 2020 dan Musrenbang Anak LPKA di Lapas Parepare, 22 Februari 2020. “Kita ingin mendengar langsung apa aspirasi anak disabilitas dan LPKA, sehingga dibuka ruang melalui musrenbang. Ini sejalan dengan tema Musrenbang Anak kali ini yakni Mewujudkan Mimpi Anak Parepare Melalui Peningkatan Infrastruktur dan Layanan Publik yang Ramah Anak. Yang semakin mendukung Parepare sebagai Kota Layak Anak,” tegas siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Parepare ini.

Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare Dede Alamsyah Wakkang mengatakan, sebelum Musrenbang Anak Disabilitas dan Musrenbang Anak LPKA terlebih dahulu digelar Musrenbang Anak tingkat kecamatan. Musrenbang Anak Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat digelar 19 Februari 2020, dan Musrenbang Anak Kecamatan Ujung dan Soreang 20 Februari 2020.  “Rekomendasi dari hasil Musrenbang Anak akan diusulkan masuk ke dalam Musrenbang reguler, itu untuk diakomodir dan didistribusikan ke SKPD-SKPD teknis terkait,” kata Dede.

Pemerhati anak yang juga Fasilitator Kota Layak Anak (KLA) Parepare Nilawati Andi Ridha menjelaskan alur Musrenbang Anak kali ini adalah alur pesawat rakitan.”Jadi di Musrenbang Anak Kecamatan ekor pesawatnya dulu dirakit seperti dimulai dari penggalian masalah. Kemudian rakit sayap, badan pesawat sampai diplenokan rekomendasi riil ke Pemkot Parepare. Ini lho maunya anak Parepare untuk dilempar ke Musrenbang reguler,” tandas Nilawati.

Di sela rapat, pendamping Forum Anak Parepare ini mengingatkan kepada para guru dan stakeholder pendidikan bahwa Parepare darurat penggunaan lem oleh anak-anak. “Apakah nanti dalam Musrenbang Anak diusulkan regulasi bagaimana mengatasi penggunaan lem oleh anak atau langkah penanganan lainnya, jelasnya harus menjadi perhatian pemerintah dan kita semua kita. Karena Parepare sudah darurat,” pungkasnya. (anj)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top