Isak Tangis Pecah Iringi Jenazah Emi yang Tenggelam di Air Terjun Pumbunga Tompobulu

  • Whatsapp
Isak Tangis Pecah Iringi Jenazah Emi yang Tenggelam di Air Terjun Pumbunga Tompobulu

PAREPOS.CO.ID, MAROS – Isak tangis ibunda Emi pecah setelah pembersihan jenazah anaknya dilakukan selama kurang lebih tiga jam di Kamar Jenazah RSUD Salewangang Maros, Senin 24 Februari, siang tadi.

Emi Julianti (19) Mahasiwsa Jurusan Farmasi, Universitas Mega Rezky Makassar ditemukan 24 jam kemudian diantara celah batu sungai Air Terjun Pumbunga oleh Tim Pencarian Gabungan setelah terjatuh dari batu, bersama empat orang rekannya yang hendak berswafoto.

Bacaan Lainnya

Senior Angkatan Emi, Zulkifli bersama teman teman korban pun sempat mendatangi orangtua korban dan meminta maaf atas kejadian yang menimpah Emi. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas tragedi yang menimpah Emi kepada kedua orangtuanya yang terbang langsung dari Timika, Papua,” ujarnya.

Sementara itu, satu dari tiga rekan korban yang selamat, menceritakan kronologi awal kejadian detik-detik mereka saling tarik sehingga terjatuh di sungai aliran Air Terjun Pumbunga pada pagi hari itu.

“Awalnya kita berdelapan singgah ke Air Terjun itu, saya berempat dan berada diposisi terakhir, termasuk bersama Emi di depan saya hendak menyebrangi aliran sungai menuju batu besar di tengah sungai, teman saya yang di urutan kedua salah langkah dan langsung terjatuh, akhirnya kita saling tarik dan jatuh ke sungai,” ujar perempuan berjilbab yang enggan disebutkan namanya.

“Setelah tercebur dan saling mencari pegangan masing-masing, kami akhirnya baik ke atas sungai, selang beberapa kemudian kami baru sadar kalau emi tidak bersama kami lagi,” tambahnya terbata-bata.

Ia pun bersama temannya langsung mendatangi warga yang ditemuinya di sekitar area air terjun terebut dan juga melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Sementara itu, salah satu kerabat korban Adityo, menjelaskan, orang tua Emi yang berada di Timika baru tiba di Makassar dan langsung melakukan perjalanan ke Kecamatan Tompobulu, namun belum tiba di lokasi mereka sudah berpapasan dengan ambulans yang bembawa jenazah Emi.

“Pagi tadi, Ayah, Ibu dan Adik Emi baru tiba, karena tidak ada pesawat malam, makanya menumpangi pesawat penerbangan pagi, setibanya di Makassar saya langsung berangkat ke Tompobulu, tapi 1 km lagi di lokasi, ternyata kita sudah bertemu dengan kendaraan yang membawa jenazah Emi. (Laporan: Teguh Iman Pratama)