Ekonomi

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Cek Progres Digitalisasi di SPBU, Ini Kata GM Pertamina MOR VII

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero), Mas'ud Khamid (paling kanan) didampingi oleh General Manager Pertamina MOR VII, C. D. Sasongko (paling kiri) sedang berbincang-bincang dengan Ketua Dewan Pengurus Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Cabang I Makassar, Sukardi, di salah satu SPBU di Kota Makassar terkait progres program digitalisasi SPBU di wilayah kerja Pertamina MOR VII.

PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR– Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid secara khusus melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar, Kamis 20 Februari 2020. Kunjungan ini dilakukan Mas’ud guna mengecek progres digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di wilayah kerja PT Pertamina Markering Operation Region (MOR) VII, khususnya Kota Makassar.

Dua SPBU yang terletak di Kota Anging Mamiri ini didatangi oleh Mas’ud dalam kunjungannya kali ini, yaitu SPBU 74.901.15 di Jalan Dr. Samratulangi Kecamatan Makassar dan SPBU 74.902.94 di Jalan Sultan Alauddin Kecamatan Rappocini. Kedua SPBU tersebut menjadi lokasi SPBU yang tengah disiapkan untuk mengaplikasikan program digitalisasi.

Pada kesempatan itu, Mas’ud didampingi oleh SVP Business Operation Pertamina, Yanuar Budi Hartanto, GM Pertamina MOR VII, C. D. Sasongko, serta jajaran Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Wilayah VII Sulawesi dan Cabang I Makassar. Turut juga hadir jajaran manajemen PT Telkom (Persero) Tbk yang dipimpin Aris Dwi Tjahjanto, selaku EVP Telkom Regional 7 Kawasan Timur Indonesia.

Menurut Sasongko, lewat kunjungan kerja ini jajaran manajemen Pertamina ingin langsung memastikan bahwa proses digitalisasi SPBU yang ada di wilayah kerja MOR VII berjalan lancar dan bisa terselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. “Kami cek langsung ke SPBU bersama manajemen Telkom sebagai perusahaan yang terlibat dalam pekerjaan digitalisasi SPBU seluruh Indonesia ini,” ujarnya

Proses digitalisasi SPBU di wilayah MOR VII, masih menurut Sasongko, sebetulnya telah dimulai sejak tahun 2019 lalu. Tak kurang dari 414 SPBU di Wilayah Marketing Operation Region VII menjadi target pemasangan digitalisasi nozzle. “Hingga 20 Februari 2020, 128 SPBU sudah terpasang Automatic Tabk Gauge (ATG), 61 SPBU sudah terpasang electronic data capture (EDC) serta mampu mencatat nomor polisi secara manual, dan 60 SPBU sudah bisa menggunakan transasksi My Pertamina,” ujarnya.

Dalam proses digitalisasi SPBU ini, Pertamina menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. sebagai pelaksana yang diantara tugasnya adalah melakukan pemasangan ATG, EDC dan PC Point of Sales (POS) di SPBU yang ditunjuk oleh Pertamina yang ada di seluruh Indonesia.

Digitalisasi SPBU ini ditargetkan rampung pada kuartal I tahun 2020 sehingga nantinya pengisian bahan bakar di SPBU bisa dilakukan dengan non-tunai. Selain itu, monitoring bahan bakar yang keluar dari nozzle dan stock yang ada dalam tangki timbun pun bisa termonitor secara real time. “Hal ini juga merupakan cara Pertamina dalam mendukung program Pemerintah dalam Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT)”, pungkas Sasongko.(*/ade)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top