Akad Kredit Massal KPR, BNI Target 12.000 Rumah Subsidi

  • Whatsapp
Akad Kredit Massal KPR, BNI Target 12.000 Rumah Subsidi

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Bank BNI kembali melakukan akad kredit massal kredit pemilikan rumah (KPR) Sejahtera. Sebanyak 2.046 akad kredit rumah subsidi FLPP serta 6.138 layanan produk konsumer dan asuransi personal accident dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia oleh PT Bank BNI yang dipusatkan di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Kegiatan akad kredit BNI Parepare itu sendiri berlangsung di Restauran Dynasti, Rabu 26 Februari.

Pemimpin Cabang BNI Parepare, Andi Nur Alam saat membacakan sambutan serentak dari pusat mengatakan permintaan perumahan sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan harga tanah maupun rumah semakin tinggi. Karenanya, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin terbebani. Sehingga Pemerintah memberikan solusi rumah subsidi dengan harga dan cicilan yang terjangkau dengan kategori Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Rumah subsidi ini ditawarkan dengan uang muka murah, bunga rendah dan tenor cicilan yang lebih panjang,” katanya

Bacaan Lainnya

BNI kata Nur Alam turut berkontribusi dalam program rumah bersubsidi. Tahun 2020 ini kata dia, BNI mendapatkan kuota yang penyaluran sebanyak 12.000 unit rumah subsidi FLPP. “Untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi melalui KPR, BNI kembali melaksanakan akad kredit massal sebanyak 2.046 unit yang dipusatkan di kabupaten Ngawi Jawa Timur, Rabu 26 Februari,” urai dia dalam sambutannya.

Sementara untuk di Parepare lanjut Nur Alam, BNI ditargetkan memasarkan 300 unit rumha hingga Juni 2020. “Kalau tahun ini kami sudah menyalurkan 94 rumah subsidi, dan Insya Allah target kami tuntas sampai April mendatang,” jelasnya

Kata Nur Alam, FLPP diharapkan tersalurkan kepada orang yang belum memiliki rumah dan membantu masyarakat MBR untuk meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu, program tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor riil karena bergeraknya usaha bahan bangunan. “Tentu ini membantu sektor riil, karena ada pembangunan rumah dan bahan bangunan menjadi laku,” jelasnya.(wal)