4 Bulan 7 Hari Dikuburan, Jenazah Mursalim Digali Untuk Diotopsi

  • Whatsapp
4 Bulan 7 Hari Dikuburan, Jenazah Mursalim Digali Untuk Diotopsi

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Kuburan almarhum Mursalim, warga Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap dibongkar, setelah 4 bulan 7 hari dikuburkan,” Jumat, 28 Februari 2020.

Pembongkaran kuburan yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) AG.KH Muhammad Abduhpabbajah di Allakuang itu untuk dilakukan otopsi.

Bacaan Lainnya

Jenazah almarhum Mursalim diotopsi oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan yang berjumlah 12 orang yang dipimpin oleh dr Asmin.

Dilokasi pembongkaran diberikan garis polisi. Tak hanya itu, juga terlihat dua buah tenda dipasang oleh pihak keluarga.

Satu tenda digunakan untuk otopsi dan satunya ditempati pihak keluarga dan petugas. Proses otopsi itu dilakukan secara tertutup mulai pukul 14.40 hingga 15.57 wita.

Proses tersebut mendapat perhatian dari masyarakat. Warga setempat berdatangan untuk menyaksikan langsung setiap prosesnya.

Istri Almarhum Mursalim, Sitti Hadija (46) mengatakan otopsi itu dilakukan karena untuk mengetahui penyebab pastinya kematian suaminya itu.

“Kami harap dengan otopsi ini bisa mengungkap penyebab kematian suami saya,” singkatnya di lokasi pekuburan tersebut.

Dia menuturkan bahwa hasil otopsi baru bisa diketahui antara 1 hingga 2 minggu kedepan.

Kapolres Sidrap, AKBP Leonardo Panji Wahyudin melalui Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Andi Sofyan, mengatakan pada dasarnya pihaknya menyambut positif upaya yang ditempuh pihak keluarga almarhum tersebut.

“Menurut saya itu lebih bagus, agar nantinya tidak ada lagi kecurigaan bahwa almarhum meninggal secara tidak wajar,” kata AKP Andi Sofyan.

Sebenarnya, sambung dia, sedari pihaknya telah menawarkan ke pihak keluarga untuk dilakukan otopsi.

“Dari awal itu kita sudah tawarkan, kenapa? agar sebab kematian alhamrhum bahwa benar-benar karena bunuh diri itu, bisa diyakini pihak keluarga,” akunya.

Menurutnya, pihaknya tidak pernah menutup-nutupi perihal kematian Mursalim dalam sel tahanan khusus Polres Sidrap tersebut.

“Kita selalu welcome, baik terhadap keluarga almarhum maupun LSM serta media. Akses informasi selalu kita buka kepada setiap yang datang,” ujarnya.

Dipertegasnya, kematian almarhum karena murni bunuh diri tersebut diperkuat dengan hasil penyelidikan serta tindakan visum oleh tim RSU Nene Mallomo Sidrap.

Dalam konferensi pers sala itu Kapolres Sidrap masih dijabat AKBP Budi Wahyono dibeberkan hasil visum.

“Dulu kita sama-sama mendengar, hasil visumnya menyebut tidak adanya tanda kekerasan, melainkan adanya peregangan di leher akibat gantung diri,” kata AKP Andi Sofyan. (ira)