TN Babul Tutup Jalur Pendakian ke Bulusaraung

  • Whatsapp
TN Babul Tutup Jalur Pendakian ke Bulusaraung

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP–Jalur pendakian gunung Bulusaraung di Kecamatan Balocci, Pangkep, Sulawesi Selatan terpaksa ditutup untuk sementara. Penutupan ini akibat cuaca ekstrim yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Penutupan jalur pendakian ini mulai Minggu, 5 Januari 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Pasalnya, puncak curah hujan tertinggi diprediksi oleh BMKG akan terjadi selama satu pekan mendatang di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. “Kami sampaikan mulai hari ini, jalur pendakian gunung Bulusaraung kita tutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) Wilayah 1, Iqbal Abadi Rasjid.

Bacaan Lainnya

Penutupan jalur ini dilakukan untuk memastikan keselamatan bagi para pendaki yang hendak ke puncak gunung yang tingginya 1353 mdpl. Dimana saat cuaca ekstrim beberapa jalur sangat rawan terjadi longsor.  “Selain ancaman hipotermia karena cuaca dingin, di pos tiga, empat dan lima itu sangat rawan terjadi longsor saat terjadi hujan dalam skala tinggi,” ungkapnya.

Sejak penutupan jalur itu, petugas juga tengah menyusul satu rombongan pendaki yang terlanjur masuk. Mereka selanjutnya akan diarahkan untuk kembali ke pos satu di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci. “Ada satu kelompok yang terlanjur menanjak, kita sudah sampaikan ke petugas untuk susul dan diarahkan kembali ke pos satu,” sebutnya.

Selain jalur Balocci, pihak Taman Nasional (TN) juga mengimbau para pendaki untuk tidak melakukan pendakian dari jalur yang tidak resmi. Selain faktor keselamatan, pihak TN Babul juga tidak bisa mengidentifikasi keberadaan mereka di kawasan itu. “Memang ada beberapa jalur tidak resmi untuk sampai ke sana. Makanya kami juga imbau supaya tidak menggunakan jalur itu karena pasti mereka tidak akan terdata oleh kami,” ujarnya.

Dari data TN Babul, jumlah pendaki yang datang ke Bulusaraung memang terus meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2019, tercatat pendaki gunung ini mencapai 7.013 orang. Setiap akhir pekan, bahkan mencapai 200 sampai 400 orang pendaki. (awi)

Pos terkait