Metro Pare

Puskesmas Lemoe Habiskan Anggaran Rp 5 Miliar, Iwan Asaad: Efektif Februari

Puskesmas Lemoe pada malam hari. Puskesmas ini mulai efektif pada bulan Februari 2020

PAREPOS.CO.ID,PAREPOS– Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lemoe yang dibangun tahun 2017 lalu, sudah mulai ditempati. Itu setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare sudah menempatkan beberapa personel kesehatan bertugas di puskesmas yang menyerap anggaran Rp5 mliliar itu. Bahkan, Pemkot Parepare telah melantik Kepala Puskesmas Lemoe, yakni dr Sufriani. Pelayanan Puskesmas Lemoe akan efektif pada Februari 2020, mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare, H Iwan Asaad, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas Lemoe sudah ada. Sedangkan alat kesehatan (alkes) ini juga sudah disiapkan.
“SDM dan mobiler lainnya sudah kami siapkan, sedangkan alkes sudah teregistrasi di Kemenkes, dan segera difungsikan,” jelasnya.

Meski demikian, kata Iwan Asaad, untuk bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum memenuhi syarat, karena syarat untuk bekerjasama yakni setahun operasional setelah keluarnya registrasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Syarat untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah setahun operasional setelah keluarnya registrasi dari Kemenkes. Jadi, upaya yang dilakukan adalah kerjasama dengan Puskesmas Lompoe sebagai jejaringnya,” kata Iwan Asaad.

Dia mengungkapkan, prioritas utama pada Puskesmas Lemoe adalah program preventif promotif, khususnya pada wilayah kerjanya, dalam arti peran puskesmas untuk sosialisasi dan pemahaman masyarakat untuk hidup sehat.
“Preventif dan promotif sesungguhnya banyak diartikan sebagai pelayanan luar gedung, seperti peran puskesmas untuk sosialisasi dan pemahaman masyarakat untuk hidup sehat, sehingga bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) maka penanggung jawab utama adalah puskesmas,” ungkapnya.

Sekda Parepare itu menyebutkan, rawat tetap ada, tetapi diutamakan bagi pasien yang melahirkan. “Sedangkan yang lainnya disesuaikan dengan kebijakan Kemenkes terkait status puskesmas dengan fungsi utama preventif dan promotif sehingga rawat inap lebih diarahkan pada fungsi rumah sakit. Apalagi kondisi Parepare kecil, dimana jarak puskesmas ke rumah sakit cukup dekat,” kata Iwan Asaad.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lemoe, dr Sufriani mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pembenahan administrasi para pertugas medis, maupun kelengkapan sarana dan prasarana.  “Jumlah 24 personil terdiri dari satu orang dokter umum, dua dokter gigi, satu kepala puskesmas, enam perawat, lima bidan, satu tenaga gizi, satu kesmas, satu laboratorium, satu tenaga apoteker, dua farmasi, satu administrasi, dua kesling, dan tiga orang tenaga sosial,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana launching Puskesmas Lemoe pada 17 Februari tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Parepare. Meski demikian, dr Sufriani masih melakukan pembenahan izin operasional khusus. Pasalnya, menjadi salah satu syarat pendirian puskesmas, termasuk surat izin praktik bagi dokter dan perawat.
“Kami masih evaluasi yang kurang. Kita upayakan akan diresmikan tepat pada HUT Parepare di 17 Februari 2020 nanti,” pungkas mantan Kepala Puskesmas Cempae ini. (mat)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top