Peduli Bencana, Pemkot Parepare Tanggung Kerugian Warga

  • Whatsapp
Peduli Bencana, Pemkot Parepare Tanggung Kerugian Warga

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare terus memaksimalkan pendataan terhadap warga yang terdampak bencana alam.
Khususnya bagi mereka yang rumahnya rusak diterjang angin kencang. Pendataan tersebut merupakan wujud peduli pemerintah dengan menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam.

Walau pun pemerintah kota telah menyalurkan bantuan berupa terpal dan kebutuhan pangan. Rahman, warga RT3/RW2, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat mengaku berterima kasih ke Walikota setelah dikunjungi dan melihat langsung kondisi rumahnya ambruk tertimpa pohon ukuran besar. “Terima kasih pak wali. Alhamdulillah kami telah dikunjungi dan diberi bantuan,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dari ratusan rumah yang rusak, Rahman merupakan salah satu korban angin kencang yang rumahnya rusak parah. Tak lagi bisa ditempati karena ambruk.
“Kejadiaannya saat angin kencang. Untungnya saat pohon jatuh dan menimpa rumah. Saya bersama istri dan dua anak saya tidak di dalam rumah,” ungkapnya.

Rahman bersama istri dan dua anaknya sementara numpang di rumah sanak keluarga karena rumahnya sama sekali tidak bisa ditempati. “Yang kami butuhkan sekarang ini, adalah bantuan untuk perbaikan rumah,” kata Rahman. Di rumah itu, Rahman bersama isteri dan dua anaknya yang masih kelas I SD dan kelas IX SMP.

Pada kesempatan itu, Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe menyampaikan rasa prihatin. “Sabar ki, semua akan kita tangani,” kata Taufan Pawe. Menurutnya, bantuan kerugian korban akan disalurkan melalui Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Parepare. “Saya tidak tau pastinya yang jelas dari informasi yang saya dapat ada sekitar seratus lebih rumah rusak. Bantuan lanjutan akan disalurkan oleh BPBD dan Dinas Sosial,” jelas Taufan Pawe.

Walikota juga menjelaskan, setelah dilakukan pendataan paling lambat tiga hari kedepan, pemerintah akan memberi bantuan kepada korban sesuai dengan kerugian yang dialami. “Jadi ada kriterianya, kalau kerugian di bawah Rp5 juta akan ditangani langsung badan bencana. Jika di atas dari nilai itu tentu harus melalui proses di Badan Keuangan Daerah,” pungkas Walikota Parepare dua periode ini. (sar)

Pos terkait