Ekonomi

Kredit Lunas, Guru Ini Merasa Dirugikan BRI, OJK Tunggu Pengaduan

Murni memperlihatkan sejumlah bukti jika dirinya merasa dirugikan

PAREPOS.CO.ID, BARRU– Salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Murni mengaku dirugikan melalui kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI). Murni menceritakan, dirinya mengambil kredit sejak tahun 2011 di BRI Kecamatan Tanete Riaja, sebesar Rp50 juta. Kredit yang seharusnya berakhir pada Tahun 2016. Namun, ternyata hingga Tahun 2017 dirinya masih harus membayar cicilan kredit. “Saya heran kredit saya sudah berjalan lima tahun namun pihak BRI tetap saja memotong gaji,”keluhnya, Kamis 30 Januari, kemarin.

Murni mengaku sudah pernah komplain ke pihak BRI, akan tetapi oleh pihak bank dirinya dianggap telah melakukan perubahan pengambilan kredit sebesar Rp 88 juta tahun 2012. Sedangkan, kata Murni, dirinya tidak pernah melakukan perubahan nilai kredit seperti itu. “Pihak BRI mengatakan saya pernah ambil uang tahun 2012 sebesar Rp88 juta,”ujarnya.

Lebih jauh, lanjut Murni, menjelaskan dirinya mengambil kredit Rp 50 juta dengan besaran cicilan awal sebesar Rp1.358.300. Namun sejak tahun 2012, tagihan kredit berubah menjadi Rp1.585.000. “Awalnya saya mengira ada perubahan bunga dari bank. Saya baru curiga setelah 2017, karena cicilan kredit sudah selesai, tapi gaji masih dipotong,” katanya.

Loading...

Terkait adanya keluhan seperti itu, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 6 Sulampua, Dani Surya Sinaga kepada PARE POS mengimbau kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh perbankan. Untuk membuat laporan tertulis ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar dibantu. “Buat saja laporan tertulis ke OJK dan dilengkapi dengan bukti diri dan kronologi permasalahan serta kopian perjanjian kreditnya. Nanti kita bantu, “singkatnya.

Terpisah, Salah seorang pejabat BRI Cabang Barru, Kadharuddin menyatakan, BRI mencairkan kredit itu ada standar dan aturannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Soal kasus nasabah itu sudah pernah ditangani polisi dan sudah selesai. “Saya tidak tahu kenapa muncul lagi, padahal kasus ini sudah klop sudah selesai,”ujarnya. Menurutnya, riwayat pengambilan kredit nasabah ini beberapa kali sambung kredit setiap enam bulan. Jadi tidak mungkin ada pihak ambil kredit tanpa melalui proses yang benar.”Saya tahu persis ini Ibu Murni pak, kebetulan waktu itu saya Kepala Unit di Tanete Riaja,”ujarnya.(mad)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top