Metro Pare

Bentuk Keprihatinan, HSL Ringankan Beban 85 KK Korban Angin Kencang

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE— Hujan lebat bukan menjadi penghalang bagi rombongan Macab Lasakar Merah Putih (LMP) dalam menyalurkan bantuan kepada korban angin kencang di Kota Parepare.

Dipimpin langsung Ketua Macab LMP Parepare, H Syamsul Latanro (HSL) menyasar tiga titik lokasi terdampak.

Diawali di Tonrangeng Kelurahan Lumpue, Sumpang Minangae dan Tiro Sompe menyalurkan bantuan. Ada 85 kepala keluarga (KK) di tiga titik tersebut tersentuh bantuan.

Masing-masing 22 KK di Tonrangeng, 2 KK di Sumpang Minangae dan 61 KK di Tiro Sompe.

HSL di depan para korban mengatakan, jangan lihat nilai dari bantuan yang diserahkan tersebut. Namun ini sebagai bentuk keprihatinan LMP.

“Baik secara pribadi maupun organisasi LMP, kami turut menyampaikan keprihatinan atas musibah ini, ” kata HSL mengawali penyerahan bantuan tersebut.

HSL juga menjelaskan, jika dirinya itu sudah menjadi bagian dari keluarga, sahabat dan warga Tonrangeng.
“Saya sudah menjadi bagian dari warga Tonrangeng, sehingga apa pun yang terjadi di sini, saya juga merasakan, ” ungkap HSL.

HSL juga meminta kepada warga yang terdampak angin kencang agar bersabar dan ikhlas. “Musibah yang menimpa warga di sini adalah cobaan dari Allah Swt. Mungkin dari musibah ini ada hikmah yang bisa dipetik, dan akan indah nantinya, ” kata HSL di depan korban angin kencang di Tonrangeng.

HSL juga meminta warga tetap tenang dan tidak panik dengan kondisi cuaca saat ini, apalagi adanya info dari tanggal 10-12 ada angin manson, kita tetap tenang, namun tetap siap siaga dan waspada, ” imbau HSL.

Usai menyerahkan bantuan, HSL yang didampingi Sekretaris LMP, H Bakhtiar Syarifuddin bersama rombongan melihat langsung kondisi rumah warga atapnya rusak. Bahkan air hujan membasahi lantai rumah warga karena belum diperbaiki.

Korban angin kencang, Murni yang rumahnya rusak parah tidak bisa menahan rasa haru saat menerima bantuan uang tunai dari HSL. “Terima kasih Pak Aji. Insya Allah bantuan ini sangat membantu keluarga kami. Sehat ki pak aji, bertambah rezekita’. Amin,” ungkap Murni dengan suara terbata-bata.

Senada juga diungkapkan Nurjannah, warga Sumpang Minangae yang juga menjadi korban angin kencang. Rumah Nurjannah juga rusak parah setelah diterjang angin kencang pada Minggu, 5 Januari 2020. “Kami sekeluarga sementara menumpang di rumah saudara karena atap rumah belum diperbaiki. Apalagi sekarang hujan,” singkat Nurjannah sambil menyampaikan terima kasih kepada HSL. (sar)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top