Alokasi Belanja Sektor Pendidikan Capai 39,89 Persen, Ini Kata Sejumlah Dewan

  • Whatsapp
Alokasi Belanja Sektor Pendidikan Capai 39,89 Persen, Ini Kata Sejumlah Dewan

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Alokasi anggaran belanja untuk sektor pendidikan mencapai 39,89 persen dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan TA 2020. Terkait hal itu sejumlah pihak mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah terkait terobosan yang dilakukan Prof Nurdin Abdullah bersama Amran Sulaiman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Hal itu diungkapkan, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayin Arif dengan mengapresiasi perhatian, langkah dan terobosan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan di Sulsel. “Salah satunya, yang saya catat sebagai komitmen beliau adalah alokasi anggaran belanja daerah untuk sektor pendidikan. Pada tahun 2020 ini, beliau menganggarkan sekitar 39,89 persen dari total APBD,” kata Muzayyin,beberapa waktu lalu.

Angka ini merupakan sebuah prestasi, karena melampaui angka kewajiban alokasi belanja yang telah diatur oleh undang-undang. Belanja wajib tersebut untuk alokasi belanja pendidikan sebesar 20 persen. “Mandatory spending kita untuk pendidikan hanya 20 persen. Bapak Gubernur menambah hampir dua kali lipat untuk sektor pendidikan di Sulsel,” ujarnya. Bagi Muzayin, hal ini menambah daftar inovasi yang dilakukan oleh kedua pemimpin di Sulsel.

Senada diungkapkan, Anggota DPD RI, Tamsil Linrung mengakui, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah adalah sosok yang memiliki komitmen tinggi untuk membangun Provinsi Sulsel. “Dibuktikan dengan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan yang saya juga kaget,” kata Tamsil.

Tamsil menyampaikan, Nurdin Abdullah melakukan terobosan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan di Sulsel. Yakni alokasi anggaran belanja daerah untuk sektor pendidikan. Pada tahun 2020, dianggarkan sekitar 39,89 persen dari total APBD.

Lanjut Tamsil, untuk memperjuangkan sesuai dengan mandatory spending hingga 20 persen sudah sangat luar biasa.
“Saya termasuk yang di dalamnya setengah mati memperjuangkan itu. Untuk menelorkan sistem pendidikan nasional untuk mengalokasikan mandatory 20 persen itu,” jelasnya.

Dia membeberkan pernah melampaui mandatory spending sebesar 21,03 persen. Sedangkan yang dicapai Nurdin Abdullah hampir 40 persen adalah angka yang luar biasa. “Saya berbisik di samping beliau tadi, ini tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia. ‘Ia betul’, kata Pak Gub. Terima kasih Pak Gub, pendidikan ini harus menjadi hal yang harus sangat kita beri perhatian,” ujarnya.(*/ade)

Pos terkait