Tudingan Intervensi di Porseni PGRI, Guru dan Kasek Lakukan Ini

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Tudingan yang diarahkan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, Arifuddin Idris terkait melakukan intervensi tidak benar. Itu setelah 93 guru, sejumlah anggota PGRI yang bertanda tangan untuk memberikan pernyataan sikap secara terbuka membebaskan Plt Kepala Disdikbud dari segala tuduhan intervensi Porseni PGRI Sulsel di Barru. Pernyataan sikap tersebut dibacakan Makmur Spd Mpd mewakili beberapa kepala SMP di Parepare.

Dia menegaskan, tidak ada intimidasi dari Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Parepare untuk melarang dirinya ataupun kepala sekolah lainnya dalam berartisipasi di porseni yang berlangsung di Kabupaten Barru, beberapa waktu lalu.”Tidak ada intimidasi, sekalipun dari Plt Kadis Pendidikan, di sini perlu saya sampaikan. Kami yang berinisiatif sendiri tidak ingin berangkat karena bebebrapa faktor,” katanya.

Bacaan Lainnya

Usai membacakan surat pernyataan sikap, Makmur menyerahkan surat yang telah ditandatangani 93 orang tersebut kepada Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Arifuddin Idris. Plt Kepala Disdikbud Parepare, Arifuddin Idris usai menerima surat pernyataan sikap tersebut menyampaikan, terima kasih atas dukungannya dan aspirasinya. “Ini merupakan bentuk aspirasi mereka kepada saya. Tentunya aspirasi ini tentu kita sambut baik. Kalau pun ada dukungan, saya tentu ucapkan terima kasih,” kata Arifuddin.

Pada kesempatan itu, Arifuddin juga meluruskan segala bentuk tuduhan terhadap dirinya yang telah melakukan intervensi. “Saya ingin memperjelas semua, bahwa saya telah dituduh melakukan intervensi,. Tapi mungkin sudah didengar sendiri, kalau memang itu inisiatif beberapa kepala sekolah sendiri,” kata Arifuddin. Arifuddin pun mengatakan, dirinya juga telah memberikan penjelasan saat rapat dengar pendapat di komisi II terkait persoalan ini. “Termasuk ada beberapa isu yang tidak sedap menyudutkan saya, sudah saya klarifikasi saat rapat dengar pendapat di komisi II DPRD. Dan disini semuanya saya perlu luruskan, biar klir,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Parepare, Anas Azis yang dihubungi terpisah menegaskan, PGRI adalah organisasi perjuangan, organisasi yang besar dan memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). “Kita harus bersama-sama menjaga muruah PGRI. Kalau pun ada pihak-pihak yang melakukan kegiatan di luar dari AD/ART tentunya tidak bisa ditolerir,” kata Anas.  Anas mengharapkan sesama PGRI saling menjaga demi menjaga nama baik organisasi. “Mari bersama-sama saling menjaga untuk kebesaran organisasi kita, bukan saling menjatuhkan,” tandas Anas. (mat)

Pos terkait