Sayyang Pattudu Warnai Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Hidayah Pasar Baru

  • Whatsapp
Sayyang Pattudu Warnai Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Hidayah Pasar Baru

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Masjid Nurul Hidayah di Kompleks Pasar Baru, Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah, Selasa 17 Desember 2019. Pada peringatan Maulid kali ini, panitia Masjid Nurul Hidayah sekaligus menggelar khataman qur’an massal yang diikuti sebanyak 30 orang ibu-ibu majelis taklim yang sudah berusia lanjut.

Sudah menjadi tradisi warga mandar, tiap khataman qur’an akan diwarnai atraksi kuda menari atau ‘Sayyang Pattudu’ dan itu ditunggangi para ibu-ibu majelis taklim. Ketua Panitia Pelaksana, Agus Salam mengatakan, maulid yang dilaksanakan ini ada yang berbeda dari sebelumnya, sebab perayaan kali ini kita menggelar khatam Qur’an secara massal.

Bacaan Lainnya

Dimana yang khatam adalah ibu-ibu majelis taklim yang sudah berusia lanjut. Setelah itu peserta khatam ini akan menaiki kuda menari dan mengelilingi sekitar kompleks pasar baru. Ada 20 ekor kuda menari  disiapkan dan 10 bentor yang digunakan oleh yang khatam Qur’an, dan tidak semuanya menaiki kuda. Hanya yang muda-muda saja karena yang lansianya kita kasi naik bentor dengan rute yang sama. “Bentor duluan jalan baru menyusul kuda dibelakang yang diringi dengan pasukan pemukul rebana ( Parrabana-red),” terang Agus Salam.

Sementara itu, Pembina Majlis Taklim Nurul Hidayah, Ustazd Jamaluddin.SAg mengatakan, tujuan dari khatam Qur’an dengan menghadirkan kuda Menari yang ditunggangi oleh Ibu – ibu yang sudah didandani dengan cantik ini, untuk memberikan motivasi pada anggota majelis taklim lainnya. ” Ini agar tidak merasa malu belajar mengaji meski sudah berusia lanjut. Demikian juga bapak-bapak jema’ah masjid juga diharapkan bisa ikut mengaji bersama, selain itu juga dapat memotivasi dalam mendorong anak mereka untuk terlibat langsung dalam kegiatan ini serta mengajarkan kepada mereka bahwa mengaji itu harus menjadi kebutuhan,”ungkapnya.

Kegiatan ini juga merupakan kesepakatan kita semua baik majelis taklim maupun masyarakat, sebab kegiatan ini selain menjaga tradisi leluhur masyarakat mandar juga sebagai motivasi bagi anak agar tetap belajar mengaji.(win/ade)

Pos terkait