Sampah Berserakan, Masyarakat Gelar Aksi Peduli, Ini Caranya

  • Whatsapp
Sampah Berserakan, Masyarakat Gelar Aksi Peduli, Ini Caranya

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE –Hampir seminggu terakhir pemandangan kotor menghias wajah kota Parepare. Kota peraih Adipura ini harus ternoda dengan banyaknya sampah berserakan di sisi dan badan jalan. Seperti yang tampak pada Jumat dan Sabtu hari ini, khususnya di wilayah perkotaan, seperti jalan Baso Dg Patompo, Depan Pelabuhan Nusantara dan Jalan Lasinrang. Kondisi ini makin diperparah oleh curah hujan yang mengguyur Parepare akhir-akhir ini.

Hal ini terjadi dari akibat disegelnya kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama dengan armada pengangkut sampah oleh mantan Tenaga Pekerjaan Harian (TPH) DLH yang menuntut gaji mereka dibayarkan. Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan, Faisal mengaku, sebanyak 34 mobil sampah ditambah 12 motor milik DLH tidak dapat beroperasi akibat aksi penyegelan yang dilakukan oleh mantan petugas TPH Dinas Lingkungan Hidup yang menuntut gajinya untuk segera dibayarkan. “Ada 22 dump truck, 14 kijang pick up amrol kontainer, 6 motor tiga roda 6, tidak dapat beroperasi, karena kantor disegel bersama dengan kendaraan itu,” jelasnya

Bacaan Lainnya

Namun kata dia masih ada dua mobil pick up yang beroperasi setiap pagi dan sore dibantu oleh masyarakat kelurahan. “Solusi sementara ada 2 mobil pickup beroperasi pagi dan sore ditambah partisipasi pihak kecamatan dan kelurahan,” imbuh dia

Menyikapi hal tersebut, kelompok-kelompok masyarakat turun memberi simpati dan menunjukan rasa peduli mereka. Seperti terlihat di Kecamatan Ujunge, Camat Ujung, Andi Ulfa Lanto melalui program Jetstar-nya sigap membantu dan melayani masyarakat mengganti peran pelayanan armada DLH yang sementara tidak beraktivitas. “Untuk memgantisipasi kondisi sekarang maka program itulah yang kami fungsikan yang tadinya hanya sampah rumah tangga yang kami angkut, sekarang semua sampah yang tertampung,” ungkapnya

Menurut Ulfa, sebelum ada aksi demo, pihaknya telah melakukan jemput sampah rumah tangga di setiap kelurahan yang ada di Kecamatan Ujung. Program itu dilabeli dengan program Jetstar. “Jadi sebelum ada kondisi demo seperti saat ini, di Kecamatan Ujung memang sudah ada program menjemput sampah rumah tangga di setiap Kelurahan setiap hari selasa sampai jumat, pagi dan sore. Program itu kami namakan jetstar,” ujarnya

Aksi simpatik juga digelar masyarakat dengan mengumpulkan donasi bagi 29 TPH yang gajinya belum dibayarkan. Acara yang dikoordinir oleh penggerak Forum Komunikasi Literasi Parepare, Asniar Khumas bekerjasama sama dengan simpul masyarakat lainnya, berhasil mengumpulkan sejumlah donasi berupa beras, gula, siruf yang langsung diserahkan kepada 29 TPH penerima di tempat Rumah Belajar Cinta Damai (RBCD) Parepare.(wal)

Pos terkait