Sah, APBD 2020 Majene Rp989 Miliar

  • Whatsapp
Sah, APBD 2020 Majene Rp989 Miliar

PAREPOS.C0.ID,MAJENE—Rapat paripurna DPRD Majene terhadap pengesahan Perda APBD tahun anggaran 2020 berjalan mulus tanpa ada interupsi dari anggota dewan yang hadir. Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado didampingi wakil ketua DPRD Majene, M Idwar, berlangsung di gedung DPRD Majene, Senin 30 Desember 2019.

Selain itu turut pula dihadiri Bupati Majene, Fahmi Massiara, wakil Bupati Majene, Lukman, Sekda Andi Achmad Syukri, perwakilan forkopimda, sejumlah anggota dewan serta pimpinan OPD lingkup Pemkab Majene dan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Bupati Fahmi Massiara, menyampaikan apresiasi terhadap pihak eksekutif dan legislatif yang telah mendorong dan mendukung dengan baik seluruh proses pembahasan APBD 2020 mulai dari awal pembahasan hingga memasuki tahap akhir yaitu proses pengesahan APBD seperti yang disaksikan kali ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak DPRD maupun pihak eksekutif karena telah bekerja maksimal, sehingga proses APBD bisa dicapai dengan baik tanpa mengurangi kualitas pembahasan selama ini,” kata Fahmi.

Lebih jauh Fahmi merincikan gambaran umum APBD Majene tahun 2020 seperti total pendapatan sebesara Rp989 miliar lebih, yang terdiri dari PAD sebesar Rp72 miliar lebih dari empat komponen yaitu hasil pajak daerah Rp11 miliar lerbih, hasil retribusi daerah Rp9 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan senilai Rp2 miliar lebih serta lain-lain pendapatan asli daerah Rp48 miliar lebih.

Sedangkan dana perimbangan lanjut Fahmi menyebutkan, sebesar Rp789 miliar lebih, yang terdiri dari tiga komponen seperti bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Rp8 miliar lebih, dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp548 miliar lebih, dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp232 miliar lebih.

“Untuk dana lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp127 miliar lebih, terdiri atas prendapat hibah Rp29 miliar lebih, dana bagi hasil pajak dari provinsi sebesar Rp19 miliar, dana penyesuaian otonomi khusus Rp19 miliar lebih dan dana desa yang bersumber dari APBN sebesar Rp65 miliar lebih,” rinci Fahmi.

Disisi lain Fahmi menambahkan, total belanja daerah sebesar Rp990 miliar lebih terdiri dari belanja tidak langsung Rp585 miliar lebih dan belanja langsung sebesar Rp404 miliar lebih. Sehingga dari pendapatan dan belanja tersebut terdapat defisit sebesar Rp1 miliar lebih. Untuk pembiayaan dianggarkan Rp3 miliar lebih, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp2 miliar. Semoga APBD Majene 2020 yang mengusung tema optimalisasi peningkatan kualitas SDM dan produktifitas sumber daya alam dapat berjalan dengan baik sesuai harapan semua pihak.

Sebelumnya, Sekwan Andi Amran, SH juga melaporkan sejumlah hasil pembahasan badan anggaran DPRD Majene terkait dengan seluruh proses pembahasan APBD hingga masuk pada tahapan pengesahan perda APBD Kabupaten Majene tahun 2020. (edy)

Pos terkait