Proyek Jalan Penghubung Terancam Mangkrak, Ini Penjelasan PUPR Polman

  • Whatsapp
Proyek Jalan Penghubung Terancam Mangkrak, Ini Penjelasan PUPR Polman

PAREPOS.CO.ID, POLMAN — Pro dan kontra proyek peningkatan ruas jalan penghubung antar dua desa yakni Desa Ihing dan Desa Lenggo di Kecamatan Bulo masih terus mengemuka ditengah masyarakat. Pasalnya, proyek jalan tersebut terkesan dikerja setengah hati alias tak tuntas. Parahnya lagi proyek jalan kabupaten itu terancam tak dilanjutkan alias mangkrak karena sesuatu hal.

Sementara jalan penghubung itu menjadi akses utama warga, baik untuk menuju ke Puskesmas dan Kota dimana ketika ada warga yang sakit yang hendak kepuskesmas terpaksa harus ditanduh lantaran jalannya sempit, dan susah dilalui kendaraan. Untuk itu, harapan terbesar warga agar proyek jalan bisa dilanjutkan kembali.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Polman, Andi Mashuri mengungkapkan, proyek pekerjaan ruas jalan Ihing-Lenggo tidak akan dihentikan dan tetap akan dilanjutkan. Meskipun saat ini, kata Andi, ada persoalan dengan pihak kahutanan yang mempersoalkan status jalan yang katanya masuk dalam area hutan lindung. “Bahkan telah dilakukan pemeriksaan akan status jalan tersebut, baik dari tim penegak hukum (Gakum) dari Kementrian Kehutanan,”jelasnya.

“Tetap kita pastikan akan di lanjutkan pekerjaannya, meskipun saat ini Tim Gakum telah memeriksa sejumlah Pejabat PUPR yang berkaitan dengan jalan,”ungkapnya. Dalam perjalanannya, kata Andi Mashuri, tim Gakum telah memberikan sinyal ke Dinas PUPR untuk tetap melanjutkan jalan itu. Alasannya kemanusiaan, dan untuk sementara ini kita tetap berkordinasi dengan pusat karena dana yang digunakan itu adalah Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Seksi Jalan Bidang Bina Marga PUPR Polman, Ismed Amrin Hula menambahkah bahwa jalan itu harus dikerja dan kemungkinan sabtu nanti kita akan turunkan alat berat untuk menuntaskan jalan itu. Dan juga apa yang dilaporkan ke tim gakum terkait dugaan merambah hutan lindung yang menebang sebanyak 300 kubik itu tidak benar dan fakta lapangan juga tidak sesuai. ” Inilah yang memberi ruang pihak gakum memberikan sinyal untuk boleh dilanjutkan, sebab memang jalan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,”kata Ismed.

Dari data yang dihimpun Parepos.co.id, proyek peningkatan ruas jalan Ihing-Lenggo dikerjakan oleh CV Anugrah Utama dengan anggaran Rp1,8 miliar. Bersumber dari dana DAK Penugasan tahun 2019 dengan masa kontrak 380 hari kalender yang dimulai 27 juli-31 Desember 2019 telah berjalan setengah pekerjaan dan sempat berhenti.(win/ade)

Pos terkait