Permainkan Surat Keputusan, Sanksi Menanti Oknum DLH

  • Whatsapp
Permainkan Surat Keputusan, Sanksi Menanti Oknum DLH
????????????????????????????????????

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Gelombang demonstrasi terus berlanjut di depan Kantor Walikota Parepare, kemarin. Massa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Parepare (Hipmi Pare), perwakilan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Gerakan Masyarakat Parepare (Gempar) kembali melakukan unjuk rasa untuk memperjuangkan hak-hak 29 orang petugas kebersihan yang belum dibayar selama 9 bulan.

Aksi tersebut juga memperingati momentum Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) berlangsung tegang dan aksi saling dorong antara aparat kepolisian dengan pendemo.  Massa kembali menuntut kejelasan honor petugas kebersihan dibayarkan yang tertunggak selama 9 bulan.  “Kami ingin bertemu walikota untuk mempertanyakan nasib saudara kami (petugas kebersihan) yang haknya belum dibayarkan sampai sembilan bulan lamanya, ” teriak salah seorang peserta unjuk rasa, Yusuf.

Bacaan Lainnya

Massa juga menyampaikan, 29 orang petugas kebersihan ini memiliki andil yang besar terhadap Kota Parepare dalam meraih Piala Adipura. “Suadara-saudara kit (petugas kebersihan) adalah pahlawan Adipura yang terus kita perjuangkan agar hak-haknya berupa gaji selama sembilan bulan dibayarkan secepatnya,” kata seorang pendemo.
Awalanya aksi tersebut berjalan tertib dan damai. Namun tidak lama, massa memaksa masuk pekarangan Kantor Walikota Parepare yang telah dijaga aparat kepolisian dan personel Satpol PP.

Aksi saling doronga tidak terhindarkan, sehingga membuat pagar pintu gerbang roboh. Pendemo juga melakukan aksi bakar ban, bahkan aksi bakar baju berwarna oranye sebagai bentuk protes. Selain mahasiswa menyampaikan aspirasi, perwakilan petugas kebersihan juga menyampaikan orasi. Salah seorang petugas kebersihan, Yakob, mengaku telah 25 tahun menjadi penyapu jalanan, dan baru kali ini honornya tertahan hingga 9 bulan.”Sudah 25 tahun, tapi baru kali ini terjadi begini. Kami sudah kelaparan, kami punya anak istri, dan mereka butuh makan,” ujar Yacob.

Bahkan Yakob bersama rekan-rekannya mengaku sudah banyak kali ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi, tapi juga tak kunjung dibayarkan. “Kalau menyampaikan aspirasi ke dewan, sudah tidak bisa dihitung. Banyak sekalimi, tapi begitu-begitu saja,” katanya. Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare, Iwan Asaad yang menerima aspirasi pendemo menyampaikan, saat ini pihak Inspektorat sementara sedang melaksanakan pengecekan. Menurutnya, kejadian tersebut akan dipelajari lebih mendalam dan secara komprehensif sehingga tidak terulang lagi. “Kita akan menyelesaiakan semua, tapi setelah ada hasil dari Inpektorat. Idealnya kalau memungkinkan akan dibayarkan sejak mereka mulai bekerja,” kata Iwan.

Sekda juga menyakini, tidak ada honor yang akan hangus. Karena, honor yang terhitung hangus jika sudah dalam pergantian tahun. Sedangkan honor 29 tenaga kebersihan tersebut diusahakan terbayar Desember ini. “Akan hangus jika sudah menyeberang tahun. Inikan masih banyak waktu. Kami tetap usahakan akan dibayarkan pada tahun ini, makanya kita lakukan pemeriksaan percepatan untuk dilakukan pembayaran,” jelasnya. Tak hanya itu, kata Sekda, Pemkot Parepare akan memberi sanksi jika ada oknum DLH yang mempermainkan Surat Keterangan (SK). “Kalau hasil pemeriksaan Inspektorat nantinya, ada oknum DLH yang mempermainkan SK, kami tidak segan-segan memberikan sanksi serius,” pungkas Iwan. (mat)

Pos terkait