Penyakit Musiman

  • Whatsapp
Penyakit Musiman

HUJAN deras tumpah di sebagian Negeri Antah Berantah, kemarin malam. Seolah sengaja mempertemukan saya dengan La Duching. Singgah berteduh di teras sebuah toko. Basah kuyup dan terjebak. Terjebak hujan bagi La Duching, tidak mengapa. Asal jangan terjebak dalam kisah masa lalu. Kenapa? Karena di luar sana ada masa depan yang menanti. Itulah awal celotehnya.

Oleh: Syahrir Hakim

Soal musim, sebagian orang seolah kurang mensyukuri nikmat Allah SWT. Musim kemarau maupun musim hujan mereka tetap mengeluh. “Dikasih hujan ngomel, dikasih panas menggerutu. Nanti kalau dikasih hujan-panas, baru tau dia, hehe……..,” canda La Duching.

Betapa indahnya di musim hujan ini, jika kita menengadah sambil berdoa, “Ya Allah, jadikanlah hujan yang Engkau turunkan ini sebagai berkah bagi kami”. Sebab, biasanya di musim hujan, ada ancaman yang mengadang. Bukan saja air tergenang, longsor, maupun pohon tumbang. Tapi berbagai penyakit musiman harus diantisipasi.

Pada perubahan cuaca yang ekstrem, terkadang daya tubuh menurun. Apalagi jika pola hidup sehat serta kebersihan lingkungan tidak dipelihara, maka warga akan rentan terserang penyakit. Beragam penyakit musiman yang menghantui warga. Seperti diare, typus, infeksi kulit, demam berdarah dengue (DBD) maupun penyakit lainnya. “Bukan menakut-nakuti, tapi DBD, wabah penyakit yang paling cepat menjangkiti warga,” kata La Duching.

Jika kondisi seperti itu, harus ada upaya pencegahan. Instansi lintas sektoral harus mengambil langkah antisipasi mewabahnya penyakit. Bagi warga, sederhana saja. Menjaga daya tahan tubuh. Lantas penuhi kebutuhan gizi dengan konsumsi makanan sehat, serta memelihara kebersihan lingkungan.

Hujan bertambah deras, La Duching tampak kedinginan. Ia melanjutkan celotehnya. Selain penyakit seperti disebutkan sebelumnya, ada pula penyakit masyarakat yang biasa disebut Pekat. Seperti menenggak minuman keras (miras), penyalahgunaan narkotika, judi bentuk apapun, perilaku seks di luar nikah, dan kriminalitas lainnya.

Menyambut natal dan pergantian tahun, aparat keamanan gencar melakukan razia. Tempat-tempat yang berpotensi bakal jadi lokasi timbulnya Pekat, tak luput dari razia aparat keamanan. “Kita berikan apresiasi kepada polisi yang mengemban tugas-tugas kepolisian memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Menegakkan hukum dan memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutur La Duching.

Masih ingat di awal tahun 2000-an? Sebuah TV swasta nasional menayangkan program kriminal. Maskotnya, karakter seorang bernama Bang Napi. Slogannya populer. “Ingat. Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya. Tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah……………..!” La Duching menirukan Bang Napi seiring redanya hujan. (*)

Pos terkait