Pengangguran Masih Tinggi, Ini Data BPS Sulsel

  • Whatsapp
Pengangguran Masih Tinggi, Ini Data BPS Sulsel

PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR — Angka pengangguran di Sulsel 2019 cendering menurun. Namun angkanya masih cukup tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk mengatasi pengagguran yang tiap tahunnya menjadi persoalan rutin. Nah, dengan kebijakan 2020 yang memberi upah kepada penggangguran diharapkan dapat menekan angka pengangguran.

Menjelang akhir tahun ini juga dinilai akan banyak terbuka lapangan kerja. Alasannya dipacunya pengerjaan infastrtruktur yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan, Agustinus Appang, mengatakan yakin memasuki akhir tahun serapan tenaga kerja di Sulsel bisa lebih menggeliat lagi. Bahkan bisa menciptakan banyak lapangan kerja baru. “Makanya kita kita berharap sekian bulan kedepan ini investasi di sektor infrastruktur semakin dipacu. Sehingga daya serap tenaga kerja meningkat,” kata Agustinus.

Bacaan Lainnya

Dia cukup optimistis. Alasannya, biasanya di akhir tahun anggaran APBN dan APBD itu dipacu. “Dan itu pasti akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak,” katanya. Artinya biasanya diakhir tahun APBN dipacu. Itu pasti akan membutuhkan tenaga kerja banyak. “Akhir tahun meningkat daya serap angkatan tenaga kerja,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 sebanyak 3.830.096 orang. Bertambah 55.172 orang sejak Agustus 2018. Jumlah pekerja yang terserap di sektor pertanian sebanyak 1.377.408 orang atau sebesar 35,96 persen dari total pekerja, sedangkan sektor perdagangan menyerap tenaga kerja sebanyak 699.686 orang (18,27 persen).

Sebanyak 2.303.111 (60,13 persen) penduduk bekerja di sektor informal. Selama setahun terakhir (Agustus 2018-Agustus 2019), pekerja informal turun sebesar 2,88 persen. Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2019 sebanyak 4.030.400 orang atau bertambah sebanyak 42.371 orang jika dibandingkan Agustus 2018. Sebaliknya, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menurun sebesar 0,11 persen poin menjadi 62,90 persen.

Sementara itu, dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 12.801 orang. Itu sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menurun sebesar 0,37 persen poin menjadi 4,97 persen pada Agustus 2019. Hanya saja jika dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk SMK paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 9,70 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (Umum) yaitu 7,87 persen.

“Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil di antara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,10 persen,” ujar Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, lanjutnya, peningkatan TPT terjadi pada tingkat pendidikan SD ke bawah dan Universitas, sedangkan TPT pada tingkat pendidikan lainnya menurun. Lebih jauh, Yos menjelaskan, penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2019 masih didominasi penduduk berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebanyak 2.128.760 orang (55,58 persen). Sedangkan pekerja berpendidikan menengah (SMA sederajat) sebanyak 1.065.644 orang (27,82 persen). Penduduk berpendidikan tinggi hanya sebanyak 635.692 atau sekitar 16,60 persen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar, Muammar Muhayang menuding, minimnya penyerapan tenaga kerja lulusan SMK disebabkan oleh kompetensi dan keterampilan yang dimiliki masih kurang. “Ada beberapa projek yang membutuhkan tenaga dari lulusan SMK seperti helper ataupun supporting, itu tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Kebanyakan lulusan SMK kita itu dari administrasi,” terang Muammar.

Hal ini, kata Muammar, yang menjadi kendala di jaman teknologi seperti saat ini. Sebab, sebagian besar operasional administrasi sudah beralih menggunakan mesin. Menurutnya, yang menjadi tantangan kedepan adalah bagaimana para siswa-siswi SMK ditambah keterampilannya yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan usaha.

“Misal dilevel yang bersifat teknis atau skill-skill kompetensi lainnya. Paling tidak kurikulumnya yang diubah. Bagaimana para siswa-siswi diberikan pendidikan sehingga saat lulus nanti bisa menjadi calon tenaga kerja yang diharapkan industri dan dunia usaha,” jelasnya.

Muammar berharap, agar pemerintah berperan serta dalam meningkatkan kompetensi atau keahlian siswa sebelum siap terjun ke dunia industri dan usaha. “Dengan adanya keterampilan tersebut dapat memudahkan mereka untuk masuk ke dalam dunia kerja. Ini akan mengurangi tingkat pengangguran dari lulusan SMK,” kata Muammar. (*)

DATA BPS Sulsel

*Jumlah Angkatan Kerja Agustus 2019 di Sulsel : 4.030.400 orang
Bertambah 42.371 orang (Dibandingkan Agustus 2018)

*Setahun Terakhir Pengangguran Berkurang 12.801 orang

*Penduduk Bekerja Agustus 2019 : 3.830.096 orang
Bertambah 55.172 orang (Sejak Agustus 2018)

*Serapan Pertanian : 1.377.408 orang (35,96%)
Perdagangan : 699.686 orang (18,27%)

*Tingkat Pastisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Jenis Kelamin di Sulsel (Periode Agustus 2015 – Agustus 2019)

Agustus 2019
Laki-laki : 80,41%
Perempuan : 46,71%
Total : 62,90% (Menurun 0,11% dari Agustus 2018)

Agustus 2018
Laki-laki : 80,15%
Perempuan : 47,19%
Total : 63,02%

Agustus 2017
Laki-laki : 79,66%
Perempuan : 43,76%
Total : 60,98%

Agustus 2016
Laki-laki : 79,69%
Perempuan : 47,44%
Total : 62,92%

Agustus 2015
Laki-laki : 79,01%
Perempuan : 44,31%
Total : 60,94%
*ket : Periode 2018-2019, TPAK perempuan menurun 0,48%, sebaliknya TPAK Laki-laki meningkat 0,26 persen.

*Status Pekerjaan Utama di Sulsel Agustus 2019
Jumlah Penduduk Bekerja : 3.830.096 orang
Buruh/karyawan/pegawai : 36,38% (Tumbuh 1,31% yoy)
Berusaha Sendiri : 22,17% (Tumbuh 0,69%)
Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap : 17,42% (Tumbuh -0,75%)
Pekerja Keluarga/Tak Dibayar : 14,68% (Tumbuh -0,36%)
Berusaha Dibantu Buruh Tetap : 3,49% (Tumbuh -0,01%)
Pekerja Bebas di Nonpertanian : 2,97% (Tumbuh -0,24%)
Pekerja Bebas di Pertanian : 2,88% (Tumbuh 0,09%)

*Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulsel

*Menurut Daerah Tempat Tinggal
Agustus 2019
Perkotaan : 7,72%
Perdesaan : 2,94%
Total : 4,97

Agustus 2018
Perkotaan : 8,38%
Perdesaan : 3,16%
Total : 5,34%
(Ket : TPT Perdesaan lebih rendah dibandingkan TPT Perkotaan)

*Menurut Jenis Kelamin
Agustus 2019
Laki-laki : 4,89%
Perempuan : 5,10%
Total : 4,97%

Agustus 2018
Laki-laki : 5,29%
Perempuan : 5,43%
Total : 5,34%
(Ket : TPT Laki-laki lebih rendah dibandingkan TPT perempuan)

*Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2019
Banten : 8,11 % (Tertinggi)
Indonesia : 5,28 %
Sulsel : 4,97%
Bali : 1,52% (Terendah)

*TPT Kabupaten/kota tertinggi dari Sulsel
Makassar : 10,39%
Palopo : 10,32%
Parepare : 6,42%
Barru : 5,79%
Pangkajene dan Kepulauan : 5,41%

(Terendah)
Selayar : 1,17%
Jeneponto : 2,12%
Sinjai : 2,28%
Enrekang : 2,40%
Tana Toraja : 2,74%

Pos terkait