Marappa Tello di Peringatan Maulid Nabi , Tradisi yang Masih Terjaga Saat Ini

  • Whatsapp
Marappa Tello di Peringatan Maulid Nabi , Tradisi yang Masih Terjaga Saat Ini

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE–Jamaah dan Mejelis Taklim Masjid Nurul Mukhlisin Kompleks Perumahan Puri Haerana menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu malam, 7 Desember.

Selain lantunan salawat yang dibawakan Santri TPA Masjid Nurul Mukhlisin, berebut telur (Marappa tello, bugis red) menambah kemeriahan peringatan Maulid Rasulullah SAW.

Ratusan butir telur yang dihiasi sedemikan rupa tertancap di pohon pisang, tidak hanya jadi perebutan anak-anak, tapi juga remaja hingga orang dewasa. Tradisi Marappa Tello masih terjaga hingga saat ini.

Peringatan Maulid Nabi dengan mengusung tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Masyarakat Madani dengan Mempererat Silaturahmi dengan Menghargai Perbedaan’.

Pembawa hikmah Maulid Nabi, Dr Kamaluddin Hasan menyampaikan pesan sesuai dengan tema peringatan maulid tersebut. Dia mengatakan, agar kembali ke Alquran. “Periksa ki kembali bacaan Alquran anak-anak kita. Apalagi Rasulullah telah menitipkan Alquran dan hadis, ” katanya.

Dia juga menyebutkan madani berasal dari kata Addin yang berarti patuh. Sementara dalam Bahasa Bugis Maddani berarti rindu. “Masa Rasulullah, madani pernah dilakukan dengan mempersaudarakah kaum Muhajirin dengan kaum Anzar. Sehingga persaudaran ini harus terus di jaga diantara kita, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya, ” katanya.

Pemahaman tema lainnya yakni eratkan silaturahmi, kata dia, bahwa silaturahmi memperpanjang umur dan diperluas rezekinya. “Rasulullah SAW diutus untuk menengahi terjadinya perbedaan. Ini agar kita menghargai perbedaan. Intinya jaga aqidah, perkuat persaudaraan dan teladani Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari, ” pungkasnya. (*)

Pos terkait