Hukum dan Kriminal

KPK Panggil Empat Anggota DPRD Polman, Diduga Karena Ini

PAREPOS.CO.ID,POLMAN— Empat anggota DPRD Polman dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk dimintai keterangannya terkait dugaan kasus suap dan gratifikasi. Dugaan tersebut terkait upaya-upaya memuluskan pengesahan APBD Polman 2014-2019. Pemanggilan akan empat anggota DPRD tersebut dibenarkan salah seorang anggota dewan yang berinisial FR.

FR mengakui, dirinya sudah dua kali diperiksa dan diminta klarifikasi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Jakarta bersama tiga legislator lainnya yakni RA, AR dan AA. Namun ia tidak menyebutkan secara spesifik apa klarifikasi KPK tersebut. “Hanya diminta klarifikasi dan keterangan saja. Apalagi semuanya masih dalam proses, tunggu saja kalau sudah tuntas karena ini masih berproses,”ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Pemanggilan oleh KPK, kata FR, diawali surat pemanggilan ke DPRD sehingga dilanjutkan dengan memenuhi panggilan KPK tersebut. “Iya pasti ada surat masuk terlebih dahulu, itu karena nda mungkin kami tahu ada pemanggilan kalau tidak ada surat masuk ke kantor,”katanya.

Loading...

Terpisah Sekwan DPRD Polman, Abd Jalal Tahir saat dikonfirmasi mengungkapkan, jika dirinya tidak mengetahui sama sekali adanya anggota DPRD Polman dipanggil KPK. Bahkan, kata dia, suratnya pun tidak ada yang masuk. “Tidak ada informasi, baru saya dengar itu, teman-teman juga tidak ada yang tahu, karena kalau ada surat pasti ditahu sebab surat akan sampai di bagian umum baru diteruskan kemana surat itu,” kata Abd Jalal Tahir.

Sementara itu, Koordinator Pencegahan KPK RI Perwakilan Sulbar, Mohammad Janattan saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan itu mengatakan, pihaknya tidak monitor terkait pemeriksaan itu. Biasanya kalau pemeriksaan tidak dilibatkan, tapi kalau pemeriksaan LHKPN atau gratifikasi itu harusnya di pencegahan dulu. “Berarti ini ranahnya Divisi Penindakan kalau seperti ini, karena kita sifatnya single wan man show,” kata Jonathan. Terkait pemeriksaan anggota DPRD, dirinya tidak tau terkait apa pemeriksaan itu. “Terkait pemanggilan anggota DPRD Polman ini kita kurang faham,”singkatnya. Pemanggilan tersebut sendiri, dilakukan pada 28 November 2019, lalu.(win/ade)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top