Hukum dan Kriminal

Korupsi Redistribusi Tanah, Kejari Tetapkan Mantan Lurah Biraeng Tersangka

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin 9 Desember, menetapan tersangka dugaan korupsi tanah redistribusi tanah di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene. Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam program pemerintah ini telah bergulir dan diproses langsung oleh kejaksaan sejak awal tahun 2019, lalu.

Redistribusi tanah adalah pembagian tanah-tanah yang dikuasai oleh negara dan telah ditegaskan menjadi objek landreform yang diberikan kepada para petani penggarap yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961 yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan sosial ekonomi rakyat khususnya para petani dengan cara mengadakan pembagian tanah yang adil dan merata atas sumber penghidupan rakyat tani berupa tanah.

Loading...

Di Kelurahan Biraeng sendiri, terdapat 350 redistribusi tanah yang disertifikatkan secara gratis bagi warga, oleh Kementerian ATR/BPN. Namun, oknum mantan Lurah Biraeng, Armin saat itu melakukan pungutan pembayaran terhadap warga penerima program. Tak tangung-tangung nilai pungutan yang dilakukan bervariasi, mulai Rp500 ribu hingga Rp13 juta perorang dari total 292 penerima program.

Tak tangung-tangung total pungutan sebesar Rp 277.640.000. Padahal pada program nasional ini, warga hanya dibebankan biaya sebesar Rp250 ribu untuk biaya patok dan materai. Hal itu diungkapkan, Kepala Kejari Pangkep, Firmansyah Subhan saat menggelar press release, di Aula Kantor Kejari Pangkep, Senin 9 Desember, 2019. “Ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar. Dan sekarang kita menunggu jadwal sidang pertama,”ungkapnya. (awi/ade)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top