Ingin Persunting ‘Towaine Mandar’, Imam Asal Turki Ikuti Proses Sekolah Pengantin

  • Whatsapp
Ingin Persunting 'Towaine Mandar', Imam Asal Turki Ikuti Proses Sekolah Pengantin

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Saat ini menikah tak cukup hanya bermodalkan cinta dan restu orangtua, pasalnya tiap calon pengantin yang hendak menikah wajib mengantongi sertifikat perkawinan melalui kelas bimbingan sertifikasi pranikah atau sekolah pengantin. Seperti yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melalui Bidang Sosial Balitbangren bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag), di Kantor KUA Polewali, Senin 9 Desember 2019.

Ada hal yang menarik dari kegiatan tersebut, dimana salah satu Warga Negera Asing (WNA) berkebangsaan Turki, Zekai Kayacan (52) ikut dalam program tersebut. Uniknya, Zekai Kayacan (52) yang berprofesi sebagai Imam di negaranya dan berstatus duda empat anak mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mempersunting ‘Towaine Mandar’ asal Polewali Mandar (Polman). Zekai Kayacan hendak mempersunting Reakiati (45) yang tinggal di Jalan Kartini, Polewali.

Bacaan Lainnya

Ditemui usai mengikuti Sekolah Pengantin, Zekai Kayacan didampingi calon istrinya mengaku senang dengan adanya program tersebut. “Kegiatan ini sangat bagus, hal yang sama juga dilakukan di negaranya Turki, hanya jumlah waktunya yang berbeda. Kalau di Turki sekolah pengantin dilaksanakan selama satu minggu, kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin atau pasangan suami istri tentang cinta, hormat, kepercayaan dan toleransi,”ungkap Zekai Kayacan dengan bahasa arab kental.

Reakiati yang menerjemahkan bahasa calon suaminya mengatakan, pelaksanaan sekolah pengantin ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin akan pentingnya memiliki pemahaman tentang strategi keluarga sehat, melalui pembelajaran stunting.

Hal ini sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dasar menuju masyarakat sejahterah. “Dan tak kalah pentingnya yang ingin kami sampaikan, bahwa kegiatan ini syarat dengan inovasi dan kolaborasi dengan tekad bahwa hal ini harus berkelanjutan dan berkesinambungan khususnya di wilayah Kabupaten Polewali Mandar dan Provinsi Sulbar serta Indonesia pada umumnya,”ujarnya.

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak dimulainya era Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan dibuka oleh Asisten 1 mewakili Bupati Polewali Mandar. Hadir pula, Kemenag Polewali Mandar yang diwakili oleh ibu Mastura, S.Hi dan Kepala KUA Kecamatan Polewali Mandar, Abd Haris Nawawi, S.Ag, S.pd, M.Pd.i dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Dinas PUPR, DLHK, Dinas Pengendalian Penduduk, dan Kemenag, serta Dinas Pemukiman.(win/ade)

Pos terkait