Februari 2020, Pelayaran Perdana Silopo-Malaysia Beroperasi

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID, POLMAN — Mimpi masyarakat Polewali Mandar (Polman) yang sudah lama mendambakan berlayar ke Negeri Jiran, Malaysia dari Pelabuahan Tanjung Silopo Kecamatan Binuang ke Pelabuhan Lahad Datu Malaysia akan segera terwujud. Pasalnya, kalau tidak ada aral melintang awal bulan Februari 2020 pelayaran Perdana Silopo-Malaysia akan mulai dioperasikan.

Firdaus Gigo yang juga Ketua Yayasan Peduli insani Nusantara (Yapinus) Penggagas Pertama Kerja sama Lintas Negara dibidang tenaga kerja antara Polman dan Malaysia usai menyerahkan dokumen perjanjian empat negara. Negara yang masuk dalam kelompok tersebut, Brunai Darussalam, Malaysia, Philipina dan Polman (BMPAG) ke Bupati Polman di Warung Mas Sidik, Senin 30 Desember, siang tadi.

Bacaan Lainnya

Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Sulbar Bidang Tenaga Kerja dan Hubungan Kerjasama Luar Negeri itu menjelaskan, sebetulnya sejak di launching pelayaran Lintas Negara dari Pelabuhan Tanjung Silopo ke Lahad Datu Malaysia itu sejak bulan tanggal 20 Agustus 2019 kita sudah bisa beroperasi. Namun karena kendala dokumentasi kapal dan perizinan belum selesai, dan bulan Oktober 2019 perizinan baru selesai.

Bukan hanya itu, kata Firdaus Gigi, satu kendala juga yakni bahan bakar, sebab kita masih membutuhkan bahan bakar yang bersubsidi. Apa lagi perjalanan kesana itu bisa menghabiskan sampai 65 ribu liter BBM. Jadi kalau subsidi kita bisa hemat sampai 25 ribu liter, dari pihak perusahaan perkapalan melalui KM Cateliya tidak masalah mau berapapun biayanya karena tiket penumpang yang membeli.

Cuma, di awal pelayaran ini kalau non Subsidi harga tiket bisa mencapai Rp 1,5 juta. Dengan harapan disubsidi awal ini harga tiket bisa turun Rp 600-500 ribu karena pelayaran perdana itu kita promosi,sehingga kita membutuhkan bantuan subsidi dulu.

Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar mengatakan, rencana pelayaran perdana kita akan jadwalkan awal Februari 2020 nanti. Jadi kita mau melihat dan mengembangkan apa yang perlu kita kembangkan karena mau tidak mau, tidak bisa lagi kita mundur dan tidak bisa lagi kita tidak siap. ” Harus siap, tinggal kita nanti mau kumpulkan HIPMI dan Kadin Polman terkait kesiapanya untuk mampu memenuhi kebutuhan tiga negara sahabat,”ujarnya.

Pemkab Polman pun sanggup membiayai subsidi pelayaran perdana tersebut dengan shearing dengan Pemprov Sulbar untuk mewujudkan pelayaran perdana menuju ke Pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Pemprov sendiri akan menyiapakan dana sebesar Rp 1 miliar untuk subsidi BBM, sedangkan Polman dibutuhkan Rp 1,5 miliar maka pemkab akan koordinasi dengan Tim TPAD untuk membahas biaya subsidi yang dibutuhkan itu.

Kedepan, kata AIM, pelayaran lintas Negara ini bukan hanya melayani Penumpang CTKI yang mau bekerja di Malaysia saja, akan tetapi kedepan kerja sama ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat Polman dan Sulbar pada umumnya. Sebab jalur ini juga akan berfungsi menjadi jalur perdagangan ekspor dan impor komoditas. “Untuk Sulbar sasaran jalur perdagangan ekspor untuk tiga negara,”ungkapnya.(win/ade)

Pos terkait