Eratkan Sinergitas, Kajari Parepare: Peran Media Dibutuhkan

  • Whatsapp
Eratkan Sinergitas, Kajari Parepare: Peran Media Dibutuhkan

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Parepare, Amir Syarifuddin mengakui, betapa pentingnya peran media sebagai kontrol untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait penegakan hukum. Hal itu diungkapkannya saat menerima kunjungan tim kerja Harian Pare Pos yang dipimpin Andi Muliadi, Rabu 11 Desember, diruang kerjanya.

Mantan Kajari Bangka Belitung menegaskan dirinya selama bekerja di institusi kejaksaan, merasakan makna dari kedekatan dengan sejumlah awak media, baik itu cetak, elektronik maupun online. “Media melalui para jurnalis itu merupakan pilar ke empat dari bangsa, bagaimana tidak kemampuannya mengangkat harga diri sebagai bagian kehidupan bernegara,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Amir pun mengajak media yang ada di Kota Parepare, terkhusus Harian Pare Pos untuk bersama-sama membangun sinergitas dan membangun pemerintahan ini dari sisi penegakan hukum. Dan tentunya, kata Amir, media pun mampu memberikan informasi yang jujur dan bertanggungjawab sehingga mampu membangun dan mencerdaskan masyarakat dengan baik.

Pertemuan penuh dengan kekelurgaan tersebut, Kajari menyempatkan memberikan berbagai pemahaman terkait penegakan hukum. Salah satunya mengenai diskresi dalam pemerintahan yang sering dilontarkan para pemangku kebijakan dalam hal ini para kepala daerah. ” Diskresi itu dibayangkan sebagai langkah mendobrak stagnasi, mencari jalan pintas agar suatu program berjalan, atau menyiasati sesuatu agar tujuan yang diinginkan cepat tercapai,”katanya.

Intinya diskresi itu adalah kebijakan yang peruntukannya karena azas manfaat, bukan untuk mencari keuntungan baik pribadi maupun golongan. Kajari pun mencontohkan, jika ada jembatan ambruk dan memutuskan jalur penghubung masyarakat. Sedangkan disisi lain ada satu-satunya sekolah yang menjadi tempat belajar. Maka dengan kebijakan diskresi dari seorang kepala daerah bisa segera membangun sekolah di tempat lain sekaligus tetap membangun kembali jembatan yang putus. “Kunci dari diskresi itu sendiri ada tiga, demi kepentingan orang banyak atau kebaikan, memiliki azas manfaat atau keadilan dan tidak memberikan keuntungan pribadi atau kelayakan,”tegasnya. (ade)

Pos terkait