Pro Daerah

Buruh Mogok Kerja, Pembangunan Kantor Disdukcapil Terbengkalai

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Pembangunan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk lanjutan tahap kedua terbengkalai. Terbengkalainya pembangunan tersebut, lantaran, gaji para buruh bangunan (Tukang-red) tidak dibayarkan selama 3 minggu oleh rekanan.

Tidak hanya itu, informasi yang diperoleh hutang material bangunan pun belum dibayarkan berkisar puluhan juta. Para buruh bangunan proyek pun terpaksa melakukan aksi mogok kerja, bukan hanya karena gaji mereka yang tidak dibayarkan. Namun tidak adanya lagi bahan material bangunan.

“Sudah tiga minggu ini tukang tidak diberi gaji, terpaksa mogok kerja. Bukan hanya alasan itu, memang juga material bangunan sudah tidak ada, pihak toko bangunan juga sudah berapa kali menagih kesini karena sudah puluhan juta materialnya tidak dibayarkan,”ungkap salah seorang tukang bangunan itu, yang enggan disebut namanya, Kamis 12 Desember, 2019.

Diketahui, pekerjaan pembangunan itu oleh rekanan CV Mitra Jalah Grup, yang dianggarkan di Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep melalui APBD 2019.

Kepala Dinas Penataan Ruang Pangkep, Sudirman, saat dikonfirmasi via telpon tidak dapat memberi keterangan banyak.  Sudirman mengakui, proyek pembangunan kantor Disdukcapil itu bertahap. Untuk tahun 2019 ini sudah tahap II, dengan nilai kontrak sekitar Rp721 juta lebih. Dimana pembangunan tahap II tersebut dikerjakan mulai bulan September lalu, dengan waktu pelaksanaan 96 hari kelender. “Saya di Jakarta ini. pembangunan itu bertahap, tahun ini tahap kedua,”singkatnya dan menutup telponnya. (awi/ade)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top