Aroma Busuk di TPI, Warga Mengadu ke Kantor DKP Polman

  • Whatsapp
Aroma Busuk di TPI, Warga Mengadu ke Kantor DKP Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Aroma bau busuk menyengat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga saat ini belum ditangani serius pemerintah daerah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Hal itu pun ditindaklanjuti warga di Kelurahan Lantora bersama sejumlah aktivis Lembaga Sosial Masyarakat (LSM),  dengan mengelar aksi unjuk rasa di jalan Bahari, Kelurahan Lantora, tepatnya di depan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), kemarin.

Dalam aksinya sejumlah aktivis LSM ini meminta dinas terkait agar segera membersihkan bangkai ikan yang menimbulkan bau tak sedap, yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Koordinator Aksi Abdul Malik mengatakan, bau busuk yang sudah dua pekan dirasakan warga Kelurahan Lantora itu sangat mengganggu penciuman warga.

Warga yang berdomisili di sekitar lokasi sudah ada yang merasakan sakit kepala akibat terus menerus mencium aroma yang tidak sedap itu. “Kami meminta dalam jangka waktu 2×24 jam kepada dinas terkait harus mengambil tindakan tegas dengan segera membersihkan bangkai ikan yang menimbulkan bau tak sedap ditengah masyarakat,” kata Abdul Malik.

Warga pun mendesak DKP agar dapat mengevaluasi kinerja pihak ketiga yang dinilai tidak bekerja secara maksimal terkait pengelolaan cold storage (lemari pendingin).
“Kami minta dinas terkait dapat mengevaluasi kinerja pihak ketiga apabila ditemukan kecerobohan dalam kaitan polusi bau, kami mohon dinas terkait untuk mempertimbangkan ulang kerjasama dengan pihak ketiga itu,” ujar Abdul Malik.

Abdul Malik berjanji akan membawa persoalan ini ke DPRD Polewali Mandar untuk segera melakukan kajian terkait dengan cold storage (lemari pendingin) yang nantinya bisa melibatkan APIP untuk melakukan audit investigasi. “Libatkan APIP dalam melakukan audit investigasi dan meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan kajian terkait dengan analisis dampak lingkungan terkait keberadaan TPI tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DKP Muh Akbar mengatakan, saat ini pihak pengelola sudah mengambil langkah konstruktif untuk menghilangkan bau bangkai ikan yang menyengat itu, agar baunya bisa diminimalisasi, sehingga warga yang terdampak bisa bernafas lega dan nyaman. “Kita sudah tegur dan menyampaikan ke pengelolanya agar cari solusi upaya baunya itu sudah tidak tercium lagi,” kata Kadis DKP.

Penanggungjawab cold storage TPI,Muh.Tahri mengatakan, adanya bau yang ditimbulkan ikan yang dikelola ini pihaknya sudah melakukan penguburan ikan yang tidak jauh dari lokasi. “Inilah langkah kami,biar baunya hilang kami sudah kubur ikan itu, dengan menggunakan eskavator untuk mengevakuasi ikan ini karena ikannya banyak sampai 40 ton,”katanya.

Jadi, kata Abdul Malik, terpaksa ikan kita kubur sebagai langkah akhir, karena kami berharap ada petani tambak yang mau beli ikan ini untuk pakan udang dan ikan untuk menutupi kerugian. “Jumlah kerugian kami itu sampai Rp700 juta. Memang ada tapi cuma sebagian, kami janji dalam tiga hari ini baunya sudah hilang, kami akan ambil berbagai cara bagaimana supaya baunya bisa hilang dan TPI kembali steril seperti sedia kala,” jelasnya.

Muh Tahri menambahkan, kenapa ikan yang ada cold storage ini bisa membusuk lantaran mesin pendinginnya rusak, sehingga ikan yang sudah paking siap ekspor itu membusuk dan tidak jadi dikirim. (win)

Pos terkait