Peringati Maulid Nabi, Kemenag Majene: Manifestasi Kecintaan Umat Kepada Rasulullah

  • Whatsapp
Peringati Maulid Nabi, Kemenag Majene: Manifestasi Kecintaan Umat Kepada Rasulullah

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Setelah pelaksaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah 2019 Masehi di puncak Salabose, maka secara tradisi di Kabupaten Majene perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW akan digelar disetiap lapisan masyarakat di Kabupaten Majene.

Sama seperti perayaan maulid yang digelar pengurus Masjid Agung Ilaikal Mashiir Kabupaten Majene, Senin 11 November 2019 di lantai dasar Masjid Agung tersebut. Namun, sebelum perayaan maulid itu, beberapa hari sebelumnya panitia melaksanakan berbagai lomba. Diantaranya, Lomba Barasanji tingkat SLTA se Kabupaten Majene dan Pidato Maulid SLTA se Kabupaten Majene.

Kepala Kemenag Majene, H Adnan Nota yang memberikan sambutan mengatakan, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan manifestasi cinta kepada Rasulullah SAW.

“Sebab, mencintai Rasulullah berarti sama dengan mencintai Allah SWT. Maulid itu bentuk cinta dan cinta itu tidak ada defenisinya, untuk itu pelaksanaannya tidak perlu dianalisikan, kenapa harus membawa tiri’ telur dan lainnnya. Itu karena cinta kita kepada Rasulullah SAW, ” sebutnya.

Bupati Majene, Fahmi Massiara menyebutkan, memasuki hari ketiga setelah pelaksanaan pertama kali maulid di Salabose, pelaksanaan Maulid di masyarakat hampir tidak putus-putusnya dilaksanakan. Bahkan hingga tiga bulan kedepan atau memasuki tahun 2020 mendatang

“Karena maulid saya pernah bercerita dengan seorang ibu yang sengaja menyisihkan penghasilnnya yang tidak seberapa untuk perayaan Maulid. Setiap hari ibu itu menyisihkan hingga satu tahun kemudian untuk digunakan menyambut Maulid,” cerita Fahmi.

Dengan demikian, dari cerita itu bahwa telah membuktikan rasa cinta yang sebenarnya kepada Rasulullah SAW dan tidak hanya di ucapkan secara lisan tetapi hal itu dilakukan dengan perbuatan yang sebenarnya.

Fahmi juga mengatakan, kegiatan Maulid Nabi bisa mengurangi aksi-aksi kriminalitas. Seperti bagi anak- anak di rumah, sekolah maupun di lingkungan. Sebab, kebanyakan sudah ikut ikutan dengan hal-hal yang bisa merusak hubugan sosial dan interaksi.

Untuk itu, dengan kegiatan pendalaman keagamaan dan berbagai aktifitas religius, semua lapisan masyarakat diminta agar lebih memakmurkan masjid, shalawatan bersama yang dapat mengantarkan semua dalam kebaikan.

Kegiatan maulid itu turut di hadiri Para Staf Ahli , Asisten Setda Majene, Pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat setempat. Sementara pembawa hikmah Maulid Nabi disampaikan H. Lukman Arake, LC , MA. (edy/ade)