Car Free Day Dikeluhkan Pejabat di Majene, Kok Bisa?

  • Whatsapp
Car Free Day Dikeluhkan Pejabat di Majene, Kok Bisa?

PAREPOS. CO. ID, MAJENE- Kegiatan car free day yang dilaksanakan pemkab Majene secara rutin pada setiap hari libur ( Hari Minggu) bulan berjalan membuat sejumlah pejabat termasuk pimpinan OPD di jajaran Pemkab Majene merasa kesal. Terlebih lagi biasanya dirangkaikan sejumlah acara dan membutuhkan waktu lama. Sama seperti di hari Minggu 17 November, dirangkaikan HKN.

Pasalnya, kegiatan itu dilaksanakan bertepatan pada hari libur. Padahal, menurut sejumlah pejabar di hari libur itu merupakan hari berkumpul bersama dengan keluarga. Setelah berakifitas selama lima hari kerja dan bahkan sampai malam hari jika ada acara lanjutan. Termasuk agenda di DPRD seringkali dilaksanakan pada malam hari.

Bacaan Lainnya

“Kami sebenarnya menyesalkan kegiatan car free day pada hari libur atau hari Minggu. Sebab, di hari libur itu adalah waktu kita berkumpul bersama -sama keluarga. Sehingga perlu ditinjau kembali car free day tersebut ” ungkap sejumlah pejabat di Majene.

Menurutnya, kalau perlu car free day digeser pada hari Jumat. Sebab, di hari Jumat itu juga merupakan banyak kegiatan olahraga maupun kegiatan lainnya seperti bersih-bersih.

“Jadi itu bagian masukan dari kami. Alasannya, jika kami tidak hadir pada car free day itu sering kali ditelpon untuk tetap hadir. Namun, bagaimana bisa hadir kalau sedang bertepatan dengan acara keluarga atau sedang di luar kota, ” sebutnya lagi nada kesal.

Wakil Bupati Majene, H Lukman menjelaskan keluhan pejabat itu pada kegiatan car free day merupakan hal biasa. Namun, yang perlu diketahui adalah car free day itu sebenarnya diperuntukan bagi masyarakat umum. Termasuk mengisi ruang terbuka atau ruas jalan untuk beraktifitas olahraga dan sejenisnya.

“Jadi tidak tidak benar kalau ada paksaan bagi pejabat atau ASN untuk ikut car free day apalagi ditelpon untuk tetap datang. Saya sendiri terkadang tidak hadir kalau lagi ada agenda lain, ” ucap Lukman. (edy)