APBD Capai Rp 971 M, Tiga Fraksi di DPRD Majene Setuju Dilanjutkan

  • Whatsapp
APBD Capai Rp 971 M, Tiga Fraksi di DPRD Majene Setuju Dilanjutkan

PAREPOS.CO.ID,MAJENE—Setelah resmi diserahkan Ranperda tentang APBD Kabupaten Majene tahun 2020 pada rapat paripurna dewan yang dihadiri Bupati Majene, Fahmi Massiara dan Ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado beserta anggota dan pimpinan OPD, Jumat 1 November, sore, dilanjutkan hingga pada agenda malam dengan pemandangan umum fraksi.

Dalam suasana rapat itu, tiga fraksi yang ada di DPRD Majene seperti Fraksi Mammesa dibacakan HM Yahya Nur, Fraksi Solidaritas Golkar Indonesia disampaikan Sadli dan Fraksi Demokrat Amanah dibacakan Ummi Nursandi. Ketiganya sepakat pembahasan APBD 2020 dapat diteruskan untuk dibahas lebih lanjut. Walaupun ada fraksi tetap memberikan saran dan masukan terhadap pihak eksekutif agar APBD 2020 tetap mementingkan kebutuhan publik secara merata. Termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan serta program lainnya yang bersentuhan langsung masyarakat.

Bupati Fahmi dalam sambutannya menyampaikan, penyusunan APBD 2020 disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah. Tentunya, dengan berpedoman pada KUA- PPAS yang didasarkan pada RKPD.

Dimana, APBD mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi distribusi dan stabilitasi, dengan penyusuan APBD 2020 didasarkan pada prinsip, sesuai kebutuhan penyelenggara pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, tertib, efisien bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan dan manfaat bagi masyarakat.

Fahmi melanjutkan, adapun ringkasan APBD 2020 mendatang, seperti pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp971 miliar lebih, yang terdiri dari PAD sekitar Rp66 miliar lebih, dana perimbangan Rp782 miliar lebih dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp122 miliar lebih.

Sementara untuk belanja daerah ditargetkan mencapai Rp969 miliar lebih yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp578 miliar lebih, belanja langsung sebesar Rp391 miliar lebih. Sedangkan untuk pembiayaan daerah tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp10 juta serta pengeluaran pembiyaan ditargetkan Rp2 miliar.

“Semoga dalam pembahasan APBD tahun anggaran 2020 dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Namun, harus tetap menjaga kualitas pembahasan yang dilakukan,” harap Fahmi.(edy/ade)