Tertimpa Runtuhan Menara Masjid, Begini Kondisi Pekerja Asal Jeneponto

  • Whatsapp
Tertimpa Runtuhan Menara Masjid, Begini Kondisi Pekerja Asal Jeneponto

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Seorang pekerja bangunan mengalami patah kaki sebelah kiri dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nemal, Kamis, 24 Oktober.

Warga asal Camba Lompoa, Kecamatan Batang, Jeneponto bernama Syamsul Alam itu mengalami kecelakaan kerja pada Rabu malam, 23 Oktober, sekitar pukul 20.25 wita.

Lelaki berusia 20 tahun itu tertimpa reruntuhan bangunan menara masjid Abrar, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Sidrap yang sementara masih dalam keadaan direnovasi.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban melanjutkan pekerjaannya usai sholat Isya sekitar pukul 19.30 wita dengan berencena merubuhkan bangunan menara Mesjid bagian bawah.

Namun tiba-tiba ditengah pekerjaannya, salah satu bangunan tembok menara runtuh dan menimpa korban dikarenakan yang diruntuhkan adalah tiang penyangga menara Mesjid.

Kapolsek Maritenggae, Iptu Abd Samad mengatakan, dari informasi masyarakat disebutkan, bahwa ketika bangunan menara tersebut rubuh warga sekitar tidak ada yang mengetahui ataupun mendengar.

Hal itu dikarenakan tidak jauh dari lokasi terdapat kegiatan hajatan pesta pernikahan yang menggunakan hiburan electone.

“Hal tersebut baru diketahuinya setelah adanya salah seorang warga yang melintas didepan Mesjid dan mendengar suara teriakan meminta tolong dari dalam reruntuhan bangunan,” katanya.

Pada pukul 20.37 wita korban berhasil dievakuasi dari dalam reruntuhan bangunan oleh warga masyarakat sekitar dan kemudian dilarikan ke RSUD Nemal untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka patah pada kaki sebelah kiri dan dirawat RS Nene Mallomo Sidrap,” ucapnya.

Saat ini, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki peristiwa tersebut. Untuk sementara kejadian yang menimpa korban tersebut murni kecelakaan kerja.

Hal tersebut disebabkan faktor kelalaian dimana korban kurang memperhatikan situasi dan kondisi bangunan serta tidak didukung pelindung atau peralatan yang standar safety (keselamatan). (ira/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *