Ternyata, Mutasi Pati dan Pamen Dilakukan Tito Sebelum Mundur

  • Whatsapp
Ternyata, Mutasi Pati dan Pamen Dilakukan Tito Sebelum Mundur

PAREPOS.CO.ID, JAKARTA – Mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan mutasi ratusan perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri. Namun, mutasi itu dilakukan sebelum Tito mundur dari jabatan Kapolri dan pensiun dini dari Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal membenarkan mutasi tersebut. Dia mengatakan, mutasi merupakan hal yang biasa. Mutasi dilakukan dalam rangka, khususnya organisasi polri yang butuh penyegaran, sekaligus reward bagi yang prestasi, dan memang ada juga yang sudah peningkatan polda. “Lalu, dalam mutasi juga ada yang pensiun, ada juga yang sekolah. Jadi, mutasi itu untuk gerbong yang seperti itu. Dan untuk mutasi pertanggal 21 Oktober sebelum Pak Tito mundur dari jabatan, dan apa Plt Kapolri dikasih? Ya tentu kan melaksanakan tugas Kapolri,” ujar Iqbal, kemarin.

Namun demikian, kata Iqbal, untuk kewenangan Plt Kapolri tentu ada beberapa yang terbatas, seperti keputusan strategis mengenai SDM, Sumber Daya Anggaran. “Itu saja yang lain tak ada masalah,” katanya. Berdasarkan dari laporan yang didapat di Mabes Polri, ratusan Pati dan Pamen dimutasi sehari sebelum Tito mundur. Ada tujuh Telegram terkait pemberhentian dan pengangkatan jabatan di Lingkungan Polri. Tujuh surat itu, terdiri dari telegram bernomor ST 2853/X/KEP/2019, ST 2854/X/KEP/2019, ST 2850/X/KEP/2019, ST 2852/X/KEP/2019, ST 2851/X/KEP/2019.

Selain itu, terdapat dua Surat Telegram yang mengukuhkan jabatan baru para Pati Polri yang sebelumnya telah dimutasi. Dua Surat Telegram tersebut yakni ST 2024/X/KEP/2019 dan ST 2025/X/KEP/2019. Tujuh Surat Telegram, tertanggal 21 Oktober 2019 itu ditandatangani AS SDM Polri Irjen Pol Eko Indra Heri atas nama Kapolri. Dalam mutasi besar-besaran Pati dan Pamen Polri, ada sejumlah kapolda dan wakapolda yang diganti.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol Rachmad Fudail dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri. Jabatan Kapolda Gorontalo akan diisi oleh Brigjen Wahyu Widada, yang saat ini menjabat sebagai Wakapolda Riau. Selain itu, Gubernur Akpol Irjen Pol Ahmadi Juri dimutasi sebagai Analis Utama Kebijakan Lemdiklat Polri. Sebagai pengganti, ditunjuk Brigjen Pol Fiandar yang saat ini menjabat Karobindiklat Lemdiklat Polri.

Dengan naik jabatan sebagai Gubernur Akpol, Fiandar bakal menjadi jenderal bintang dua. Kemudian, Kakorpolairud juga berganti kepemimpinan. Brigjen Pol Lotharia Latif dari Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri dipercaya sebagai Kakorpolairud menggantikan Irjen Pol Zulkarnain yang dimutasi sebagai Pati Baharkam Polri dalam rangka pensiun. Dengan demikian, Lotharia Latif bakal naik sebagai bintang dua.

Untuk Pamen, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja diangkat menjadi Kabag Pensat Ropenmas Divhumas Polri. Posisi akan digantikan oleh Kombes Pol Syamsi yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Sumatera Barat.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol M Sabilul Arif dimutasikan sebagai Pamen SSDM Polri (penugasan pada Setmilpers). Posisi dia akan digantikan oleh AKBP Ade Ary Syam Indradi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Pontianak. Dan masih banyak lagi perwira yang dimutasi.”Dimohon kepada jenderal agar memerintahkan para Pati/Pamen Polri tersebut segera menyesuaikan dan melaksanakan tugas,” bunyi Surat Telegram.(FIN/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *