Pengangguran Lulusan SMK Tinggi, Inovasi Mendikbud Dinantikan

  • Whatsapp
Pengangguran Lulusan SMK Tinggi, Inovasi Mendikbud Dinantikan

PAREPOS.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dinanti terobosannya dalam mengatasi masalah pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tinggi. Anggota DPR Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih berharap Nadiem memiliki terobosan jitu yang bisa menyelesaikan permasalahan angka pengangguran lulusan SMK. Sangat aneh jika lulusan SMK justru menjadi penyumbang terbanyak pengangguran. “Aneh, lulusan SMK malah lebih banyak menganggur daripada lulusan SMA. Saya menduga hal ini karena daya serap lapangan kerja bagi lulusan SMK masih minim,” kata Fikri melalui siaran persnya, kemarin.

Dikatakannya, salah satu tugas berat Mendikbud yang diamanahkan Presiden Joko Widodo adalah sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk menghadapi dunia kerja. Presiden Jokowi juga meminta kemampuan dasar anak-anak Indonesia terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains. “Presiden tampaknya mengacu pada data Badan Pusat Statistik Agustus 2018 yang menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia 6,99 juta orang atau 5,34 persen dari angkatan kerja sebanyak 131,01 juta jiwa,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dari data BPS tersebut, lulusan SMK menyumbang 11,24 persen pengangguran, sedangkan lulusan SMA hanya 7,95 persen. Fikri menilai pemerintah sadar bahwa target lima tahun sebelumnya meleset, terutama terkait revitalisasi SMK. Jumlah lulusan SMK digenjot selama lima tahun terakhir tetapi tidak ada yang menyerap. “Hal itu menjadi tantangan Mas Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru. Direktorat SMK harus memiliki data jumlah kebutuhan industri, kemudian menentukan jurusan yang akan dibuka sesuai dengan kebutuhan industri,” tuturnya.

Terpisah, mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengharapkan agar Nadiem mampu memberikan inovasi pada dunia pendidikan di Indonesia. “Dengan dipilihnya Nadiem, tentunya diharapkan peran teknologi dan inovasi pada sektor pendidikan bisa membawa pada pendidikan yang berkualitas,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menurutnya, dengan pendidikan yang berkualitas, tentunya akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan dapat memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri. Terlebih, saat ini dunia berubah dengan cepat dengan kehadiran teknologi, termasuk pada sektor pendidikan, kesehatan, dan bisnis. “Pendidikan tinggi nanti masuk ke kementerian yang dipimpin Pak Nadiem, tentunya harapan besar dari kita semua atas langkah yang inovatif,” katanya.

Sebelumnya, Nadiem Makarim menyatakan akan bekerja keras untuk mempelajari apa saja permasalahan pada dunia pendidikan di Indonesia sehingga bisa mengambil langkah tepat untuk menyelesaikannya. Saat ini Indonesia merupakan negara keempat terbesar untuk sektor pendidikan karena memiliki lebih dari 300.000 sekolah dan 4.500 perguruan tinggi serta jutaan guru dan murid di berbagai wilayah.

Nadiem menyatakan bahwa sektor teknologi informasi akan terlibat dalam penelitian meskipun saat ini tengah mencari cara pelibatan dari teknologi tersebut. “Akan belajar dahulu di lapangan, bagaimana kondisi guru, kondisi murid, dan sebagainya,” kata.(rls/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *