Menteri Pilihan Jokowi, Ini Kriterianya

  • Whatsapp

PAREPOS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo membocorkan kriteria menteri yang dipilih untuk membantunya selama pemerintahan periode kedua 2019-2024, Senin (21/10). Melalui akun twitternya @jokowi, presiden menyebutkan ingin para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat. “Sosok yang tidak terjebak rutinitas yang monoton,” ujar Jokowi.

Menurutnya, tugas pemerintah yang dipimpinnya bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan. Tetapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan. Cuitan di twitter dan unggahan di akun instagram tersebut dilengkapi dengan foto saat Presiden Jokowi dilantik menjadi Presiden RI periode 2019-2024, di Gedung MPR/DPR/DPD RI pada Minggu 20 Oktober, lalu.

Unggahan di instagram lebih panjang, Presiden Jokowi menceritakan pengalaman pada tahun pertama di istana lima tahun lalu. Saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di sebuah titik. “Saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, saya diminta berdiri di titik yang sama. Di titik itu lagi. Kali ini saya menolak,” terang Jokowi.

Ia bilang ke Menteri Sekretaris Negara, “Ayo pindah lokasi”. Kalau tidak pindah, akan jadi kebiasaan, akan dianggap sebagai aturan dan wajib diikuti. Menurut Jokowi, itu contoh kecil kegiatan yang monoton dan rutinitas yang membelenggu.

Jokowi menyebutkan ada banyak contoh besar di mana semua terjebak dalam rutinitas yang monoton. “Padahal, dalam dunia yang sangat dinamis dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru. Nilai-nilai baru,” paparnya. Karena itulah, Jokowi ingin para menteri kabinet yang terpilih nanti, datang dengan pikiran yang inovatif, produktif, bekerja keras dan cepat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menilai calon menteri dari kalangan profesional yang sudah datang ke Istana memiliki kapasitas yang sangat layak masuk kabinet. “Misalkan Mahfud MD, Nadiem Makarim, Whisnutama. Mereka sangat layak dan cocok. Karena secara integritas masih bisa diandalkan, punya prestasi dan keahlian,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin di Jakarta, kemarin.

Menurut dia para menteri dari kalangan profesional ini diberikan kesempatan untuk menunjukkan kapasitas dan kapabilitas saat menjalankan tugas. “Tinggal kita beri peluang dan kesempatan mereka untuk bekerja. Kita baru bisa menilai nanti setelah 100 hari. Apakah berjalan atau tidak, tidak bisa beberapa hari langsung dinilai baik buruknya,” imbuhnya.

Tiga nama tersebut, lanjut Ujang, telah menunjukkan prestasi dan sukses di bidangnya masing-masing saat berkarier sebagai profesional. Terkait nama lain yang berasal dari partai politik yang juga telah dipanggil Jokowi ke Istana, juga memiliki kapasitas untuk menjadi menteri. “Secara latar belakang Prabowo Subianto mumpuni membantu sebagai Menhan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa Prabowo ahli di situ. Prabowo adalah purnawirawan TNI bintang tiga. Pernah menjabat Danjen Kopassus dan Pangkostrad,” ucapnya.

Hanya saja dengan masuknya Prabowo ke jajaran kabinet, artinya Gerindra positif menjadi bagian dari koalisi pemerintahan. “Prabowo sudah dipanggil. Artinya Gerindra sudah akan menjadi bagian koalisi Presiden Jokowi. Tinggal menyisakan PKS. Ini akan memperlemah, mematikan oposisi. Tidak baik dalam konteks cek dan balance dalam berdemokrasi,” pungkasnya.(FIN)

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *