Mahasiwa UNM Asal Mamasa Tewas Tenggelam di Majene

  • Whatsapp
Mahasiwa UNM Asal Mamasa Tewas Tenggelam di Majene

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Peristiwa naas kembali dialami seorang mahasiswa univeritas negeri makassar (UNM) bernama Handri. Dia ditemukan warga di pantai Palla-pallang dalam keadaan sudah tak bernyawa. Diduga kuat Handri tewas terseret ombak di pantai tersebut. Sebelumnya juga beberapa waktu lalu mahasiswa Unhas juga ditemukan warga tak bernyawa di permandian Sungai Bambangan, Kecamatan Malunda.

Kali ini, seorang mahasiswa dari UNM yang sedang melaksanakan KKN PPL terpadu angkatan XIX di Majene mengalami nasib yang sama. Handri sesuai identitas KTP nya adalah mahasiswa asal Dusun Ulusalu Desa Sampale Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa.

Mahasiswa yang diterima Wakil Bupati Majene, H Lukman di ruang pola kantor bupati Majene bersama rekannya 300 orang itu pada 19 September 2019 lalu kini sudah tiada. Ia ditemukan warga setempat sudah meninggal dunia diduga tenggelam di pantai Palla Pallang, Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Majene, Kamis 24 Oktober.

Irfan, warga yang sempat menyaksikan langsung evakuasi korban menuturkan ,Handri yang berusia 23 tahun itu sebelumnya diketahui sedang melaksanakan praktek KKN di Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, sejak sebulan lalu. Namun ia mengaku kaget saat melihat korban sudah tak bernyawa lagi yang disebabkan tenggelam setelah terseret ombak.

Dia melanjutkan, kemungkinan korban berusaha menyelamatkan beberapa Siswa dari SMPN 2 Sendana yang sedang praktek berenang di pantai Palla-pallang. Sebab, diketahui korban sedang melaksanakan tugas praktek di SMPN 2 Sendana itu. Namun naas korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh warga yang melakukan pencarian, selama dua jam lebih di pantai Palla pallang tersebut.

Sementara informasi dari salah seorang guru SMP Negeri 2 Sendana, Guslim menyebutkan, korban sebelumnya melakukan praktek berenang bersama sejumlah siswa kelas 3 SMP Negeri 2 Sendana, di pantai Palla Pallang, Desa Tallu Banua sekitar pukul 08.30 wita pagi. Guslim juga mengatakan, meski warga berusaha menolong korban, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Akan tetapi, jasad korban tetap langsung dibawa ke Puskesmas terdekat. Sementara rekan korban bersedia mengantar jenazahnya ke kampung halamannya di Ulusalu Mamasa sambil menunggu informasi dari pihak keluarganya. (edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *