Kementan Targetkan 400 Ton Produksi Bawang Merah, Pemkab Majene Lakukan Ini

  • Whatsapp
Kementan Targetkan 400 Ton Produksi Bawang Merah, Pemkab Majene Lakukan Ini

PAREPOS.CO.ID, MAJENE– Kementrian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi bawang merah mencapai 400 ton di Kabupaten Majene. Hal itu terungkap saat dilaksanakannya penanaman perdana bawang merah tahun 2019. Aksi penanaman itu dilaksanakan bersama dengan Kelompok Tani Sipatuo
Hijau Lestari dan Cakra Buana di
Lingkungan Baallang, Kelurahan Tande,
Kecamatan Banggae, Minggu, 27 Oktober 2019.

Penanaman bawang merah perdana itu dihadiri Bupati Majene, Fahmi Massiara, Wakil Bupati, Lukman, Sekda Andi Achmad Syukri, Dandim 1401 Majene dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Majene, termasuk melibatkan mahasiswa dari Unsulbar serta kelompok tani.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Majene,
Burhan, SP, mengatakan tempat ini sengaja dipilih dalam rangka persiapkan untuk kedatangan dirjen dari pusat. Sebab, untuk tahun ini Majene ditarget produksi bawang merah sebanyak 400 ton. “Tentunya, dengan target kami optimis bisa tercapai karena hasil produksi untuk tahun kemarin berhasil mendapatkan 600 ton. Bila melihat targetnya, maka kami yakin akan dapat berhasil di tahun ini, “sebutnya.

Sementara itu, Bupati Majene, Fahmi Massiara menuturkan, sesuai dengan harapan dari kelompok tani untuk dapat melakukan penanaman perdana bawang merah, sebenarnya bukan hanya bawang karena ini juga disiapkan bibit cabe merah, cabe keriting dan bawang putih.

“Awalnya kami diberikan dari pusat
seluas 5 hektar untuk bawang putih, cuma kalau seperti itu akan dikelolah oleh provinsi dan bibitnya diambil dari penangkaran, karena Majene harus menanam pada area ketinggian. Selanjutnya kami diberikan bantuan untuk bawang merah seluas 75 hektar, “Kata Fahmi.

Karena itu para kelompok tani yang sebelumnya terbiasa menanam untuk tanaman jangka panjang, sudah seharusnya dengan merubah paradigma para petani. Seperti memberikan peluang pada petani untuk menanam tanaman jangka pendek, disela -sela tanaman jangka panjang yang tetap berjalan.

Termasuk medan atau lokasi yang ada di Tande ini mirip-mirip dengan struktur tanah yang ada di Kabupaten Enrekang, Sulsel. Sehingga cocok untuk tanaman jangka pendek termasuk bawang dan komoditi lainnya.

“Saya ingatkan kepada para petani, bahwa yang ada saat ini, banyak telah disiapkan oleh Pemerintah, mulai dari bibit, pupuk, embung dan semua difasilitasi. Selanjutnya saya berharap kepada para petani supaya bisa menanam sendiri dengan hasil produksi yang sudah ada, ” pintahnya. Artinya, ke depannya jangan selalu berharap uluran tangan dari Pemerintah, tetapi melainkan tetap berusaha juga untuk jadi petani yang mandiri.(edy/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *