Metro Pare

Pendapatan RSUD Andi Makkasau Surplus, Ini Kata Wali Kota

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare mampu membukukan pendapatan hingga menembus Rp111 miliar di tahun 2019. Pendapatan ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja, itu belum diterima secara keseluruhan, karena menyisahkan utang BPJS Kesehatan di RSUD Andi Makkasau mencapai Rp37 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam rapat perdana awal 2020. Rapat dipimpin Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe SH MH bersama jajaran manajemen, karyawan, dan Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Andi Makkasau, Selasa 7 Januari, lalu. “Piutang BPJS itu totalnya Rp37 miliar. Rp18 miliar lebih yang sudah terverifikasi, dan Rp18 miliar lebih belum terverifikasi,” ungkap Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Hj Renny Anggraeny Sari dihadapan Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe.

Tidak hanya walikota, dalam pertemuan itu juga hadir Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim, Ketua Dewas RSUD H Minhajuddin Ahmad, Anggota Dewas Hj St Amina Amin dan H Jamaluddin Ahmad, Asisten II Suriani, Asisten III Haryanto. dr Renny mengemukakan, sepanjang 2019 kinerja dan pelayanan RSUD trendnya positif.
Meski ada penurunan jumlah pengunjung dari 60 ribu menjadi 40 ribu, tapi pasien rawat inap justru meningkat menjadi 16 ribu.

Loading...

Peningkatan pasien rawat inap ini yang memberi kontribusi positif bagi pendapatan rumah sakit tipe B rujukan 14 daerah di Sulsel ini.  “Apalagi ada tambahan satu bangunan baru lagi yang menambah 42 tempat tidur di rumah sakit, sehingga kami optimis pasien rawat inap akan meningkat, dan pelayanan lebih maksimal,” jelas dr Renny.

Walikota pun mengapresiasi meningkatnya jumlah pasien rawat inap, namun harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. “Ada 16 ribu lebih pasien rawat inap itu menggembirakan, tapi tidak terlalu memuaskan. Karena itu, kualitas pelayanan harus lebih ditingkatkan,” harap Taufan Pawe.

Masalah utang BPJS Kesehatan yang mencapai Rp37 miliar, juga menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare. Dia pun berharap masalah itu secepatnya terselesaikan, agar tidak mengganggu cash flow RSUD. Meski secara umum, dia menilai kinerja keuangan di RSUD sudah baik.

“Ada Rp111 miliar pendapatan, hanya saja uangnya belum diterima karena BPJS. Ini harus menjadi perhatian agar secepatnya terselesaikan. Itulah pentingnya instrumen manajemen risiko yang tidak boleh diabaikan,” pungkas Walikota Parepare dua periode ini. (anj)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top