Sulawesi Barat

Musim Penghujan, Dinkes Belum Temukan Kasus DBD di Pasangkayu

PAREPOS.CO.ID, PASANGKAYU–Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu terus berupaya mengantisipasi wabah penyakit akibat perubahan cuaca. Kadis Kesehatan Kabupaten Pasangkayu, H Samhari SKM, saat dihubungi Selasa 14 Januari di ruang kerjanya mengatakan, sampai saat ini Dinas Kesehatan berupaya mengantisipasi penyakit di musim hujan.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada laporan masuk dari tiap Puskesmas terkait penyakit yang dikhawatirkan menimpa warga. “Dinas Kesehatan melalui Puskesmas aktif ke lapangan, jadi kita bisa pantau keadaan penyakit. Sekiranya ada laporan mengenai penyakit yang diderita masyarakat, terutama DBD kami dari
Dinkes akan langsung turun ke lapangan dan kami akan terus mengamati setiap kasus yang ada,” katanya.

Samhari mengatakan, pada musim hujan saat ini, menjadi perhatian Dinkes adalah kasus DBD.Tapi sampai saat ini tidak begitu mengkhawatirkan dan tidak menjadi suatu kejadian luar biasa. “Karena saat ini lingkup dinas sampai tingkat Puskesmas setiap saat saling komunikasi agar terus siap siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat baik dalam kota sampai pedesaan,” katanya.

Loading...

Meski tahun 2018 awal ada peningkatan kasus tapi setelah tahun 2019 sampai sekarang tidak ada laporan terjadi wabah DBD. “Seluruh wilayah di Pasangkayu dapat dikatakan rawan DBD.Tapi ada beberapa desa sebelumnya sering ditemukan kasus DBD, salah satunya Desa Tamarunang,Kecamatan Doripoku. Meski telah memasuki musim hujan kasus DBD di daerah kita belum ditemukan berdasarkan kerja dan partisipasi petugas Puskesmas telah melakukan yang terbaik dan segera mungkin melaporkan bila dicurigai adanya gejala DBD,” ungkapnya.

Untuk terhindar dari wabah penyakit sudah dilakukan pencegahan melalui Puskesmas tiap kecamatan. Dinkes juga berharap kepada masyarakat bagaimana berupaya menjaga kebersihan lingkungan melalui Jumat bersih. “Itu sudah menjadi program pemerintah terhadap kebersihan lingkungan yang setiap hari Jumat dilakukan kerja bakti Jumat bersih.Gerakan pencegahan melalui kebersihan kita pergi membersihkan got, pekarangan sebagai motivasi masyarakat bisa berpartisipasi
dalam kebersihan lingkungan,” katanya.

Terkait kemungkinan mendirikan Puskesmas baru persyaratan utama dilihat dari jumlah penduduk dalam menjangkau pelayanan fasilitas kesehatan. “Pemerintah berupaya mendekatkan terhadap masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.Sarana pelayanan kesehatan Puskesmas saat ini tentu semua sudah memiliki mobil oprasional di tiap masing-masing Puskesmas. Olehnya itu, semoga dengan terakreditasinya beberapa Puskesmas masyarakat di wilayah tersebut akan sangat terbantu,” pungkasnya.(bur)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top