Metro Pare

Iuran Naik, BPJS Cabang Parepare Klaim 15 Persen Peserta Turun Kelas

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi naik, sejak 1 Januari 2020, lalu. Kenaikan iuran tersebut, membuat peserta mandiri mengajukan permohonan turun kelas di beberapa daerah khususnya dalam wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Kesehatan Parepare.

Kepala Bidang Humas BPJS Kesehatan Parepare, Hamsir Yusuf mengatakan, setelah pengumuman tarif baru BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, banyak peserta BPJS mandiri mengajukan permohonan turun kelas.

“Menurut data akhir, di wilayah kerja BPJS Cabang Parepare sekitar 15 persen peserta yang melakukan permohonan turun kelas. Khusus jumlah peserta asal Kota Parepare, mengajukan permohonan turun kelas perawat sebanyak 10 persen,” katanya.

Data BPJS Kesehatan Parepare, jumlah peserts aktif yang mencakup Kota Parepare, Kabupaten Barru, Sidrap dan Pinrang, mencapai 162.814 orang. Sementara warga Kota Parepare yang menjadi peserta aktif BPJS sebanyak 81.407 orang.

Saat ini, Hamsir, BPJS Kesehatan mempermudah peserta mandiri turun kelas, BPJS Kesehatan membuka program yang disebut ‘Praktis’ atau Perubahan Kelas Tidak Sulit serta layanan Jemput Bola denga mendekatkan pelayanan ke setiap desa atau kelurahan. “BPJS Kesehatan memiliki program praktis dan layanan jemput bola, dengan mengunjungi peserta untuk mempermudah yang ingin turun kelas,” katanya.

Loading...

Sebelumnya, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Parepare, Mustafa, menjelaskan, penyesuaian ini telah dikaji secara mendalam dan diseminarkan dalam waktu yang cukup lama. Ia berharap, dampak dari penyesuaian iuran tersebut dapat mendukung keberlangsungan program JKN agar tetap terjaga serta perbaikan atau peningkatan fasilitas kesehatan.

Selain itu, BPJS Kesehatan memberikan kemudahan dalam memilih kelas sesuai keuangan peserta. Peserta mandiri bisa memilih kelas sesuai kemampuan finasial yang dimiliki dan memberikan kemudahan turun kelas. Berbeda sebelumnya, peserta yang ingin turun kelas butuh waktu 1 tahun. Saat ini, bisa turun kelas perawatan setelah satu bulan atau tiga bulan jadi peserta BPJS.

Sebelumnya, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengatakan, sebanyak 46 ribu warga Parepare yang telah dimasukkan dalam program BPJS penerima bantuan iuran (PBI). Bukan hanya itu, kata Taufan, pemerintah telah menyiapkan non BPJS bagi warga yang ber KTP Parepare. “Kami siapkan dana non BPJS Kesehatan untuk warga yang ber-KTP Kota Parepare. Sehingga warga Parepare tetap mendapat pelayanan kesehatan dengan baik,” katanya.

Sesuai data BPJS Kesehatan sejak November-Desember 2019 sebanyak 372.924 peserta turun kelas perawatan. Sebanyak 153.466 peserta kelas satu turun ke kelas dua. Peserta BPJS Kesehatan kelas dua sebanyak 219.458 peserta turun kelas ke kelas tiga.

Tarif baru BPJS Kesehatan, peserta bukan penerima upah (mandiri) BPJS, kelas tiga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per orang, kelas dua naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per orang, dan kelas satu naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per orang.(mat)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top