Sulawesi Barat

Sosialisasi Wasbang Hadirkan Bupati, Dandim dan Kapolres

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Majene kembali menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (Wasbang), Selasa 3 Desember 2019 pagi bertempat di Ruangan Rapat Wakil Bupati Majene.

Pemkab Majene, melaluli Kesabangpol telah menyelenggarakan sosialisasi wasbang tahun 2019 ,yang dibuka Bupati Dr Fahmi Massiara SH.,MH, serta diikuti oleh sekitar 50 Orang Kepala Linkungan se Kecamatan1p Banggae dan Banggae Timur. Sementara pembawa materi antara lain, Letkol Inf Ragung Ismail Akbar S.Sos.,M.,I.,Pol ( Dandim 1401/Majene), AKBP Irawan Banuaji SIK.,M. Si (Kapolres Majene ) dan H Rustan Rauf SE.,MM ( Moderator )

Sambutan Bupati Majene, Dr Fahmi Massiara SH.,MH diantaranya mengatakan ajaran yang terkandung di dalam konsepsi wawasan kebangsaan atau wawasan Nasional Indonesia akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan dari setiap warga bangsa tentang posisi serta peran masing-masing di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.

“Hal ini berarti suasana kondisi yang mendorong perkembangan setiap individu, sehingga terwujud ketahanan pribadi yang dapat menciptakan satu ketahanan nasional terutama pada setiap elemen,” ungkapnya.

Sehingga bangsa hendaknya memiliki cita-cita dan tujuan serta pengertian yang sama tentang persatuan dan kesatuan bangsa dalam diri setiap warga negara. Haruslah dibatengi hasrat dan tekad untuk hidup damai bersatu sebagai satu bangsa di dalam suatu negara, terlepas dari perbedaan etnis ras agama dan golongan. Semangat kebangsaan itu ditujukan untuk persatuan dan kesatuan bangsa yang harus ditempatkan di atas segala bentuk perbedaan lokal

Loading...

Sementara materi Dandim 1401/Majene bertemakan menjaga Keutuhan NKRI dan Pancasila menyebutkan antara lain, pengertian Wawasan Kebangsaan merupakan Cara pandang setiap orang terhadap diri dan lingkungan. “Artinya, di mana yang perlu kita pedomani hanya ada empat , yaitu Pancasila undang-undang 45, Bhineka Tunggal Ika dan negara kesatuan Republik Indonesia. Dan ketika kita sudah mempunyai wawasan kebangsaan kemudian dilandasi oleh keempat ini, tujuannya cuma satu mencapai tujuan nasional, adil, makmur dan merdeka,” pungkasnya.

Materi Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji SIK, antara lain memaparkan, perjuangan itu bersifat lokal belum ada persatuan dan kesatuan. Namun, semangat tinggi untuk mengusir penjajah, organisasi yang terlahir dari Kesadaran Perjuangan Nasional Tahun 1908 Lahir Budi Utomo yang diperingati sekarang sebagai hari Kesadaran Nasional. Kemudian setelah itu barulah bermunculan organisasi lain seperti Syariat Islam, Muhammadiyah dan lainnya.

“Makna wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat bangsa dan negara,” tandasnya. (edy)

Loading...

TRENDING

To Top