Hukum dan Kriminal

Oknum TNI Pelaku Pembunuhan Dalam Karung Dituntut Pasal Hukuman Mati

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Pengadilan Militer Makassar didampingi Datasemen Polisi Militer (DenPOM) Parepare menggelar sidang perdana perkara pembunuhan atas korban Jayanti Mandasari, wanita yang diikat dalam karung yang dibuang di area saluran irigasi di Dusun Labung, Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli.

Sidang perdana dengan menghadirkan terdakwa oknum TNI berpangkat Serda Novri HG digelar di Pengadilan Negeri (PN) Polewali, Kabupaten Polman, Senin 2 Desember, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dalam sidang perkara tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Letkol.CHK Fredy , Letkol CHK Lungun Hutabarat (Hakim anggota), Letkol CHK Wahyudi (Hakim anggota), Mayor CHK Hasta S.I.U (Penuntut Umum), Mayor CHK Bungak SK, SH (Penasehat Hukum), Pelda Nurman (Panitera Pengganti).

Sidang tersebut rencanannya menghadirkan 11 orang saksi, namun baru 6 orang yang dimintai keterangan yakni Lettu Inf Muh Sanusi selaku Pasi Inteldim 1402 Polmas. Pelda Baso Tahir Plh Danunit Inteldim 1402 Polmas dan Ibu Opo orang tua korban serta krabat korban.

Loading...

Usai menggelar Persidangan Ouditurmiliter IV-17 Makassar, Mayor Chk.Hasta Sukudi ditemui awak mengatakan, dalam perkara ini terdakwa Serda Novri didakwa dengan tiga pasal. Pasal tersebut yakni Pasal 360 KUHP dengan maksimal hukuman mati, Pasal 338 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 351 ayat 3 hukuman 7 tahun penjara. Akan tetapi mengenai pasal mana yang sesuai digunakan, itu kembali ke majelis hakim. Namun sebagai ouditur maka ketiga pasal ini yang saya dakwakan.

Menurutnya, pertimbangan yang memberatkan terdakwa yakni dalam kasus ini sebab terdakwa sebagai anggota TNI dan sudah berulang kali melakukan tindak Pidana kejahatan yaitu poligami, disersi dan THTI dan dan terakhir ini adalah pembunuhan. Sehingga nantinya dalam persidangan harus dicari fakta untuk membuktikan pasal yang didakwakan.(win/ade)

Loading...

TRENDING

To Top