Pro Daerah

Tujuh Pemilik Lahan Terima Ganti Rugi Proyek Rel KA Capai Rp 2,5 Miliar

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Penantian pemilik lahan atas pembayaran ganti rugi lahan atas proyek Rel Kereta Api (KA) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali dilakukan. Setelah sebelumnya, 5 pemilik lahan warga yang telah dibayarkan. Kali ini, Jumat 22 November 2019, di Kantor Camat Ma’rang, Kabupaten Pangkep kembali dilakukan transaksi pembayaran lahan warga. Pembayaran itupun dilakukan secara bersamaan untuk dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Barru dan Maros.

Untuk Kabupaten Pangkep sendiri, terdapat 7 bidang lahan warga, Barru 2 bidang lahan dan Maros 4 bidang lahan milik warga. Total luas lahan untuk 7 bidang yang dibayarkan di Kabupaten Pangkep, seluas 10.540 M² dengan total nilai Rp. 2.570.997.000. Ketujuh pemilik lahan tersebut yakni, Drs H Semoga Umar, lokasi lahan Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro luas bidang lahan 1.848 M² dengan nilai ganti kerugian Rp. 1. 048.247.000.

Selanjutnya, Muh Hasyiem lokasi lahan Keluarahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, luas bidang lahan 1.908 M² dengan nilai ganti kerugian sebesar Rp. 185.228.000. Burhanuddin lokasi lahan Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Marang dengan luas bidang lahan 915 M² dengan nilai ganti kerugian Rp. 87.247.000.

H Baharuddin, lokasi lahan Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Marang luas bidang lahan 617 M², dengan nilai ganti kerugian Rp. 58.317.000. H Kaseng lokasi lahan Kelurahan Bonto-Bonto, Marang luas bidang lahan 2.316 M² dengan nilai ganti kerugian Rp. 225.485.000. Hj Kartiya lokasi lahan Kelurahan Ma’rang luas bidang lahan 2.458 dengan nilai ganti kerugian Rp. 193.686.000. Dan Raodah lokasi lahan Kelurahan Bonto Kio, Kecamatan Minasatene, luas lahan 478 M² dengan nilai ganti kerugian Rp. 772.787.000.

Sesditjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, Zulmafendi mengatakan, sengaja dilakukan secara bersamaan tiga daerah ini dilakukan transaksi pembayaran lahan warga, untuk lebih efisien waktu. Di Kabupaten Pangkep ini terdapat ada 2.196 bidang tanah, secara keseluruhan luasan lahan yang diinventarisir oleh Satgas A P2T BPN/ATR Pangkep seluas 203,8 hektare, yang menjadi jalur rel KA. “Insya Allah kedepannya akan lebih banyak lagi bidang lahan yang kita lakukan pembayaran. Dan saat ini juga ada sejumlah bidang yang dalam tahap proses, dan nantinya dititipkan di Pengadilan Negeri secara konsinyasi,”ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga pemilik lahan Muh Hasyiem mengatakan, apa yang menjadi penilaian tim apresial terhadap lahannya sudah terbilang wajar. “Lahan saya tambak dengan luasan itu, itu sudah sesuai nilai yang digantikan dan potensi lahan saya. Saya secara pribadi sudah bersyukur dengan nilai itu, dan hadirnya nanti Kereta Api di Pangkep ini tentu menjadi suatu potensi pula untuk peningkatan perekonomian,”ujar Hasyiem. (awi/ade)

TRENDING

To Top