Ajatappareng

Solar Sulit Didapat, Ini Penjelasan Pertamina MOR VII Sulawesi

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Pemilik kendaraan mengeluhkan ketersedian BBM jenis solar yang sulit didapat. Hal itu ditandai pula dengan banyaknya kendraaan truk yang terparkir di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Seperti yang diungkapkan salah satu pemilik kendaraan, Akbar yang ditemui di SPBU Siawung di Kabupaten Barru menjelaskan, kelangkaan BBM Jenis Solar beberapa hari terakhir ini terjadi disejumlah SPBU. “Akhir-akhir ini solar memang sulit didapat, kami juga tidak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini, “singkatnya, kemarin.

Petugas SPBU Siawung, Ahsar yang dikonfirmasi mengatakan, kosongnya BBM jenis solar karena kouta yang diberikan dari penyalur berkurang dari sebelumnya. “Kuota solar memang berkurang, biasanya dikasi 16 Ton tapi sekarang hanya tersisa 8 Ton, “katanya. Menyikapi hal itu, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan menjelaskan empat poin yang patut dipahami masyarakat terkait kondisi tersebut, Rabu 6 November, kepada PAREPOS Online.

Hatim menjelaskan, konsumsi solar untuk sektor ritel di Sulsel mencapai 51 persen dari konsumsi seluruh provinsi yang ada di Sulawesi. PT Pertamina tetap akan terus menjalankan tugasnya dalam menyalurkan solar meski hingga September 2019, walaupun realisasi konsumsi sudah lebih dari 15 persen dari kuota semestinya.

Kuota solar pada tahun 2019 di Sulsel itu lebih rendah 10 persen dibandingkan reailisasi pada tahun 2018
. Dari hasil diskusi dengan teman-teman di Hiswana Migas. ” Peningkatan konsumsi solar di masyarakat dipengaruhi faktor alam. Seperti yang terjadi saat ini, di mana musim kemarau yang lebih panjang. Dikebutnya proyek-proyek akhir tahun yang berdampak pada kebutuhan energi untuk mobilitas. Dan tak kalah berpengaruhnya, indikasi munculnya panic buyer dari masyarakat,”jelasnya.(ade)

Selengkapnya Baca Harian Parepos, Edisi Kamis 7 November 2019

TRENDING

To Top