Metro Pare

Reses di Parepare, Lurah Warning Ketua DPRD Sulsel, Kok Bisa ?

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Politikus Partai Golkar Andi Ina Kartika memang mencatat rekor sebagai perempuan pertama Ketua DPRD Sulsel. Andi Ina didapuk oleh partainya untuk menduduki kursi 01 pimpinan dewan legislatif Provinsi Sulsel periode 2019-2024 pasca menang pada perolehan suara partai di pemilihan anggota legislatif lalu.

Saat menghadiri reses di Parepare, Kamis, 7 November, cucu Petta Cambolang, Sulewatang Mallusetasi itu mengungkap terima kasihnya kepada konstituennya di Parepare. “Tentu yang saya cari dulu, satu rumah saya. Terima kasih masyarakat Parepare untuk suara dukungannya,” ujarnya. “Saya bisa berdiri disini berkat suara kalian semua,” katanya menambahkan.

Ina Kartika mengaku bagian dari keluarga dan masyarakat Parepare, hingga dirinya ingin datang dan berdialog untuk menjaring aspirasi warga melalui kegiatan reses. Kata dia, reses tersebut merupakan kali pertama dilaksanakan di Parepare.

“Ini tempat mendengar aspirasi masyarakat, apa keinginan, unek-unek, dan harapan. Ini kami pertanggungjawabkan dan pemerintah harus memperhatikan. Kami dipilih karena kami dipercaya untuk menjembatani komunikasi dengan masyarakat, inilah ruangnya,” bebernya

Lurah Mallusetasi Shodiq Asli Umar yang hadir pada kesempatan tersebut, mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat Kelurahan Mallusetasi. Lurah berperangai supel itu menyuarakan solusi kelangkaan BBM jenis solar dan ‘berpesan’ tidak lagi memilih Andi Ina Kartika sebagai calon apa bila tidak mampu merealisasikan pembangunan Rest Area di Parepare. “Rest Area harus dibangun, kalau tidak dibangun di Parepare saya tidak pilih kembali. Jangan sampai ketuk palu, ketuk palunya bukan untuk orang Parepare,” kelakar Shodiq yang disambut tepuk riuh warga yang hadir.

Namun legislator berparas ayu itu pesimis akan permintaan Lurah Mallusetasi. Menurutnya, Rest Area yang menjadi visi-misi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah dibangun di Kabupaten Barru dan Jeneponto. “Rest Area harus memperhatikan jarak dan tempat, dan itu Tidak gampang karena masalah pembebasan lahan, yang diserahkan ke Kabupaten/Kota dan anggarannyapun cukup besar,” katanya

Namun terkait dengan kelangkaan BBM jenis solar maupun premium, Ina Kartika berjanji akan membicarakan pada forum pembahasan di dewan. “Solar langka pasti semua sangat merasakan, karena kalau ini macet pasti ada masalah dan terganggu semua. Ini masukan dan akan jadi pembahasan di dewan,” pungkasnya. (wal/ade)

TRENDING

To Top