Politik

Pilkada 2020, Bupati Pangkep: Prioritas Keluarga dan Partai

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Dalam menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi salah satu daerah yang akan melaksanakan hajatan demokrasi tersebut. Menyikapi hal itu, Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid SE menekankan agar dalam pelaksanaannya tidak menghadirkan kebencian dan penghianatan. “Saya tidak mau kalau ada kebencian yang timbul akibat pelaksanaan Pilkada. Dan tak kalah pentingnya, saya tidak akan menghianati partai yang saya pimpin. Itu jadi prioritas,”ujar Ketua DPD II Golkar Pangkep tiga periode tersebut, Kamis 14 November, melalui telepon selulernya.

Terkait rencana majunya dua figur yang tak lain adalah kerabat terdekatnya. Syamsuddin menegaskan, tak ingin ada perpecahan di dalam keluarganya. ” Di Pilkada ini saya tak mau ada perpecahan terjadi dilingkungan keluarga besar saya, dan juga tak ingin menghianati partai yang telah membesarkan saya,”tegasnya. Ia pun menambahkan, adanya pihak-pihak yang mengaitkan dirinya dengan ponakannya Muhammad Yusran Lalogau (MYL) saat foto bersama dalam sebuah acara. “Itu suatu hal wajar, apa lagi beliau (MYL-red) selain ponakan, juga merupakan Ketua DPRD Pangkep saat ini. Jadi kiranya, siapapun jangan mengkaitkannya,”ungkap Bupati Pangkep dua periode tersebut.

Sebelumnya, suami dari Hj Rismayani itu pun telah menyampaikan, hingga saat ini belum ada satupun figur yang disebut calon bupati. Sebab tahapan Pilkada belum masuk pendaftaran. Olehnya itu, dirinya sangat menyayangkan, banyak perdebatan antar pendukung bakal calon (balon) bupati atau wakil bupati, yang dia nilai tidak penting.

Loading...

Sepuluh Lembaga Survei Partai Golkar

Seperti diketahui, gong pilkada serentak pada 2020 akan ditabuh akhir September. Para calon peserta pilkada bisa mulai bersiap-siap untuk menyusun strategi politik di daerah masing-masing termasuk partai politik. Tidak kurang dari 270 daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, akan menyelenggarakan pilkada serentak tersebut.

Terpisah dikutip dari laman republika.co.id, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk Paulus mengatakan, partainya akan menggunakan lembaga survei untuk membantu pimpinan DPD Golkar menjaring calon kepala daerah yang ikut kontestasi di Pilkada 2020. DPP telah merekomendasikasikan kepada ketua DPD Golkar soal lembaga survei yang dapat digunakan. Lodewijk mengatakan, Golkar akan mengutamakan kader internal untuk dimajukan dalam kontestasi Pilkada 2020 dengan melihat popularitas, elektabilitas dan kemampuan logistik. Menurut dia, untuk melihat hasil elektabilitas dan popularitas, akan dikonfirmasi dengan survei yang dilakukan 10 lembaga survei.

Dia mengatakan, Golkar menargetkan menang sebanyak-banyak dalam pelaksanaan Pilkada 2020 yang berlangsung di 9 provinsi dan 261 kabupaten/kota. Menurut dia, kemenangan dalam Pilkada serentak 2020 akan sangat menentukan dalam kontestasi di Pemilu 2024. Sepuluh lembaga survei yang digunakan Golkar adalah Pusdehan Suryabaya, Indikator Politik, SMRC, Charta Politika, LSI, Indo Barometer, Polmark, Sinergi Data Indonesia, Poltracking, dan LSI Denny JA.(ade)

Loading...

TRENDING

To Top