Hukum dan Kriminal

Pelaku Kekerasan dan Persekusi, Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka

PARE POS.CO.ID,PAREPARE — Video kekerasan yang sempat viral dibeberapa media sosial saat ini, sudah diproses pihak Polres Parepare. Hasilnya, kepolisian sudah menetapkan tujuh orang tersangka yang melakukan tindak kekerasan kepada perempuan berinisal IN (22 tahun).

Kapolres Parepare, AKBP Budi Susanto, mengatakan, pihaknya telah mengamankan tujuh pelaku tindak kekerasan dan penyekapan yang viral dibeberapa media sosial beberapa waktu lalu.

“Kami melakukan penangkapan atas adanya tindak pidana dugaan persekusi atau penyekapan dengan kekerasan dilakukan bersama-sama. Awalnya, yang kami amankan sepuluh orang, namun saat kami melakukan pemeriksaan lebih intesif lagi terungkap bahwa yang melakukan pemukulan ada tujuh orang,” katanya, saat ditemui awak media di Mapolres Parepare, Selasa, 26 November.

Budi menjelaskan, awalnya korban dicurigai mengambil barang berupa telur sebanyak 12 rak yang kejadiannya pada hari Kamis, 21 November 2019, kemarin, sekitar pukul 19.30 Wita di Jalan Tassiso, Kecamatan Bacukiki Parepare.

“Jadi, memang korbang ini sudah sering kali melakukan pencurian dibeberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, saat diintrogasi dengan pelaku, mereka menggunakan cara yang salah dengan melakukan kekerasan, dan secara hukum tentu hal tersebut tidak dibenarkan,” jelas Budi.

Loading...

Video yang beredar dibeberapa media sosial tersebut, sengaja pelaku sebarkan dan merekam untuk memasang pembaruan di story aplikasi Whatsapp miliknya. Dalam video itu mempertontonkan IN dipaksa untuk mengakui perbuatannya, bahkan ada beberapa orang yang memukul memakai ikat pinggang dibagian kepala IN.

Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing, mengungkapkan, barang bukti yang berhasil diamankan pihaknya dalam kejadian tersebut, diantaranya, satu buah parang, satu potong kayu balok, ikat pinggang, lakban, gunting, dan satu unit sepeda motor yang dipakai untuk menjemput korban.

“Balok ini digunakan pelaku memukul korban, jika parang sendiri digunakan untuk mencukur rambut korban. Pelaku dan korban memang sudah kenal sejak lama. Untuk pelaku sendiri rata-rata yang kami amankan 21 tahun keatas, sedangkan untuk korban berumur 20 tahun,” ungkapnya.

“Kami sekarang masih fokus untuk kekerasan yang dilakukan bersama-sama, dan kami akan kembangan lagi. Dan untuk ancaman hukuman maksimal 12 tahun untuk pelaku kekerasan,” lanjut Asian. (mat/ade)

Loading...

TRENDING

To Top