Ekonomi

Pantau Distribusi BBM, Pemerintah Hadirkan Posko ESDM

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan berbagai persiapan untuk meyambut Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Persiapan dimulai dalam pengamanan penyediaan distribusi hingga antisipasi kebencanaan geologi.

Tahap pertama, Kementerian ESDM membentuk tim posko nasional energi dan sumber daya mineral. Pembentukan posko sesuai dengan keputusan Menteri ESDM Nomo 228 K/MEM/07/2019 tanggal 15 November 2019. Adapun, Ketua Penanggungjawab Posko Nasional Sektor ESDM adalah KepaLa BPH Migas.

Tim posko juga bertugas melakukan pengendalian solar subsidi dan premium agar penyalurannya tepat sasaran hingga akhir 2019. Tim posko dimulai sejak 15 November 2019 hingga 8 Januari 2020.

Selain itu, Tim Posko juga bertugas untuk menindaklanjuti adanya antrian kendaraan di SPBU untuk mengisi BBM jenis solar dan premium di beberapa daerah. “Diharapkan tim posko memberikan solusi dan antisipasi khususnya terkait antrian pembelian BBM di bebeapa SPBU di daerah,” ujar Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, di Jakarta, kemarin.

Tim posko juga nantinya akan terhubung dengan Satgas Pemantaun Distribusi BBM dan LPG Pusat PT Pertamina (Persero) dan MOR I hingga VII melalui video conference, untuk mempercepat antisipasi dan tindak lanjut apabila terjadi kelangkaan dan antrian pengisian BBM.

Loading...

Dalam pelaksanaan, Tim Posko Nasional Sektor ESDM juga melibatkan dan bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi meminta pemerintah dan Pertamina untuk melakukan sejumlah antisipasi agar konsumen tidak kesulitan mendapatkan BBM. “Pemerintah dan Pertamina harus menjaga pasokan BBM selama Natal dan Tahun Baru, termasuk antisipasi kemacetan. Jangan sampai konsumen kesulitan mendapatkan BBM karena terjebak macet,” kata Tulus kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin.

Tak hanya itu, Tulus mengingatkan, pemerintah juga harus mengamankan pasokan listrik di mana pada kedua momen itu penggunaan listrik akan meningkat. “(Pasokan listrik) Jangan sampai black out atau perawatan sehingga nggak padam. Gas juga demikian (pasokan cukup), apalagi untuk elpiji 3 kilogram,” ujar Tulus.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, pemerintah telah belajar bertahun-tahun bagaimana mengantisipasi pada dua momen Natal dan Tahun Baru. “Pemerintah sudah mengantisipasi kebutuhan BBM, gas, dan listrik dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru. Kan ini sudah rutin setiap tahun,” tukas Piter.(*)

Loading...

TRENDING

To Top