Ajatappareng

Membandel THM Dituding ‘Macobi-cobi’, Sekda Sidrap: Tutup Permanen

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Aktifitas Tempat Huburan Malam (THM) di sejumlah titik di Kabupaten Sidrap, kian hari makin meresahkan masyarakat. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap sudah kerap kali melakukan penutupan tempat hiburan yang menyediakan wanita penghibur dan minuman beralkohol.

Namun, pihak pengelola THM terkesan main kucing-kucingan hingga menimbulkan keresahan masyarakat dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Keresahan warga kembali terjadi setelah beredarnya video berdurasi 13 detik di beberapa group WhasApp di Sidrap yang diduga adalah aktifivas THM di Sidrap, Jumat, 8 November.

Salah satu LSM di Sidrap angkat bicara yakni Forum peduli Mustadh’afin (FPM) Sidrap, Ahlan yang memastikan ada yang tidak beres dalam penanganannya. “Ini ada tidak beres sehingga mereka ‘Maccobi-cobi’ kurang ajar. Saya curiga ada yang menarik keuntungan dipersoalan ini,”tegasnya.

Dengan hal itu, dia khwatirkan ketika ini tidak disikapi secepatnya akan ada pergerakan massa. Sebelumnya, operasi penutupan cafe miras dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap bersama Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono dan Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf JP Situmorang pada 25 Agustus 2019 lalu.

Saat itu, juga turun langsung penertiban cafe Kabag Ops Polres Sidrap, Kompol Soma, Kasi Intel Kejaksaan, Ikbal, Kadis Satpol PP dan Damkar Sidrap, Hidayat.

Kegiatan itu melibatkan ratusan personil Satpol PP dan Damkar, TNI-Polri. Dalam operasi itu dibagi delapan tim untuk metertibkan 19 THM. Setiap tim diberi tugas 2 hingga 3 titik.

Dilokasi THM, petugas memeriksa seluru tamu dan pelayan. Beberapa diantaranya tak memiliki identitas dan dibawa ke kantor Bupati Sidrap. Dari 19 THM, petugas gabungan membawa sebanyak 32 wanita untuk diberikan pembinaan lalu kemudian di buatkan surat pernyataan untuk tidak bekerja di tempat itu lagi.

Sebab, tempat tersebut akan di tutup selama-lamanya karena tidak sesuai peraturan perundang-undangan. Terpisah, Sekda Sidrap, Sudirman Bungi mengatakan, THM itu disegel berdasarkan peraturan daerah (Perda) nomor 7 tahun 2005, dan Perda nomor 8 tahun 2012.

Penutupan THM itu pada dasarnya telah melanggar administrasi, antara lain tidak memiliki izin, termasuk menjual minuman keras, serta melewati batas waktu pukul 24.00 wita. Penertiban ini juga dilakukan untuk mengantisipasi tindak pidana seperti penyalagunaan narkoba dan lainnya. “Ke 19 THM yang kami segel, itu dipastikan akan di tutup selama-lamanya karena melanggar aturan,”tegasnya.

Dikatakannya, hal itu dilakukan bentuk perhatian Pemerintah Sidrap. Semua Cafe-cafe beroperasi selama ini tidak memiliki izin diberhentikan permanen.

Sebelumnya juga, Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono mengatakan, pihaknya bersama Kodim 1420 akan selalu melakukan operasi penertiban. “Kami akan lakukan operasi dan tindak tegas terhadap THM yang melanggar aturan. Tidak dipungkiri THM bermasalah menjual minuman beralkohol bahkan pemakai narkoba ada disana,” tandasnya saat itu. (ira/ade)

TRENDING

To Top